Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Menguat saat Bursa Asia Lesu, Saham BMRI, BBNI, BYAN Cuan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa di kawasan Asia Pasifik.
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,50 persen sehingga parkir di 6.864,19 pada perdagangan Kamis (20/7/2023) di tengah pelemahan mayoritas bursa di kawasan Asia Pasifik.

Indeks komposit sempat mencapai posisi tertinggi di 6.874,89 dan terendah di 6.833,93 sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 294 saham ditutup parkir di zona hijau, 223 saham melemah, dan 231 saham lainnya ditutup di posisi yang sama dengan harga kemarin.

Di regional Bursa Asia lainnya, indeks Shanghai Composite melemah 0,92 persen, sementara Hang Seng Hong Kong turun 0,13 persen dan KOSPI Korea Selatan turun 0,31 persen.

Indeks sektoral terpantau ditutup bervariasi dengan sektor energi memimpin kenaikan sebesar 1,56 persen dan properti menyusul sebesar 1,52 persen. Sektor finansial menguat 0,85 persen dan sektor industri dasar mengekor dengan kenaikan 0,72 persen.

Sementara itu, sektor yang melemah dipimpin oleh teknologi yang terkoreksi 0,97 persen dan sektor kesehatan turun 0,52 persen. Sektor konsumer non-cyclical juga melemah 0,28 persen.

Sejalan dengan kenaikan IHSG, beberapa saham berhasil menempati posisi top gainers. PT Indah Prakasa Sentosa Tbk. (INPS) memimpin dengan kenaikan 34,12 persen dan PT Panca Global Kapital Tbk. (PEGE) naik 24,87 persen.

Di sisi lain, saham yang justru terkoreksi dan menempati deretan top losers dipimpin oleh PT Graha Mitra Asia Tbk. (RELF) sebesar 10 persen dan PT Aman Agrindo Tbk. (GULA) turun 9,73 persen.

Di jajaran saham-saham berkapitalisasi besar, BMRI memimpin kenaikan dengan kenaikan 3,27 persen ke level harga Rp5.525 per saham. Kemudian BBNI dan BYAN menyusul dengan kenaikan 1,69 persen dan 0,54 persen.

Adapun saham berkapitalisasi jumbo yang ditutup merah adalah UNVR sebesar 1,17 persen, GOTO turun 0,87 persen dan ASII melemah 0,76 persen.

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset tengah harinya menyebutkan IHSG cenderung menguat di tengah pelemahan indeks di regional Asia. Hal ini dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar setelah merespons kebijakan People's Bank of China (PBoC).

“Pasar tampaknya berharap bank sentral China melonggarkan kebijakan lebih lanjut untuk menopang pertumbuhan ekonomi China. Sikap ini dilatarbelakangi keputusan People's Bank of China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman satu dan lima tahun tidak berubah,” tulis Pilarmas.

Suku bunga dasar pinjaman (LPR) satu tahun, yang merupakan fasilitas pinjaman jangka menengah yang digunakan untuk pinjaman korporasi dan rumah tangga saat ini berada di 3,55 persen. Sementara itu, suku bunga lima tahun, yang merupakan referensi untuk KPR berada di 4,2 persen.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia menyampaikan bahwa Utang luar negeri (ULN) swasta pada Mei 2023 menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat ULN Swasta pada bulan laporan sebesar US$196,5 miliar atau menurun 1,5 persen secara bulanan.

Bank Indonesia menyampaikan Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan II/2023 meningkat. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 94,0 persen.

“Hal ini didorong oleh tersedianya sisi penawaran sejalan dengan kondisi likuiditas yang memadai dan standar penyaluran kredit/pembiayaan perbankan yang longgar,” tulis Pilarmas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper