Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mitra Investindo Teken MOU dengan 2 Perusahaan Garap Bisnis PLTS

PT Mitra Investindo Tbk. (MITI), Sany South East Asia Ltd (SANY) dan Emas Fortuna Ltd (EFL) telah menandatangani MOU garap peluang bisnis PLTS.
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mitra Investindo Tbk. (MITI), Sany South East Asia Ltd (SANY) dan Emas Fortuna Ltd (EFL) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU) untuk menjajaki peluang bisnis Energi Baru Terbarukan Tenaga Surya yakni PLTS.

Ketiga pihak tersebut berencana menggali potensi bisnis Energi Baru Terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Farm. Manajemen MITI menyebutkan MOU yang telah diteken dengan SANY dan EFL berlaku selama satu tahun dan akan diperpanjang jika setujui oleh pihak terkait.

“Rencana Kerjasama strategis antara Perseroan, SANY, dan EFL akan dituangkan dalam suatu perjanjian kemitraan terkait kerjasama dan pengadaan lahan sehubungan dengan pengembangan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya [PLTS],” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/7/2023).

Manajemen MITI menyebutkan pelaksanaan Joint Venture (JV) tersebut akan memperhatikan ketentuan hukum dan perundangan yang berlaku bagi para pihak serta perjanjian definitif terkait yang akan ditandatangani kemudian.

Mereka mengeklaim proyek tersebt untuj mendukung program Pemerintah untuk untuk mengurangi emisi karbon hingga 32% atau setara 912 juta ton pada tahun 2030 dengan menggunakan bahan bakar non fosil.

PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) mencatat pendapatan konsolidasian senilai Rp84,246 miliar dengan laba bersih Rp14,31 miliar pada kuartal I/2023.

Direktur Keuangan Mitra Investindo Ignatius Edy Suhardaya mengatakan capaian tersebut setara dengan realisasi 69,12 persen pendapatan dan 93,26 persen laba bersih perseroan padq 2022.

Menurutnya segmen usaha penanganan kargo bongkar muat (stevedoring) memberikan kontribusi capaian sebesar Rp54,421 miliar atau sebesar 64 persen dari total pendapatan. Disusul pendapatan segmen usaha jasa pelayaran senilai Rp16,041 miliar atau sebesar 19,04 persen dari total pendapatan konsolidasian kuartal I/2023.

Ignatius mengatakan torehan tiga bulan pertama akan menjadi acuan kinerja selama 2023. "Torehan tersebut akan menjadi basis pencapaian kinerja 2023 yang diharapkan akan mengalami lonjakan perolehan pendapatan dan laba sebesar 4 kali lipat," katanya dalam keterangan resmi Kamis (4/5/2023).

Dia optimistis target tersebut dapat terealisasi apabila diproyeksikan setahun penuh untuk 2023 dengan memperhatikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 sebesar 5,3 persen (yoy). Selain itu, proyeksi kenaikan nilai ekspor pada tahun 2023 sebesar 12,8 persen dan nilai impor sebesar 14,9 persen, meski lebih melambat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai pertumbuhan ekspor sebesar 29,4 persen dan impor sebesar 25,37 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper