Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produsen Motor Listrik Selis (SLIS) Rights Issue, Mau Ekspansi Apa?

Gaya Abadi Sempurna (SLIS) akan menyerap dana rights issue ebagai setoran modal kepada perusahaan anak PT Juara Bike.
Sepeda listrik Selis Mandalika.
Sepeda listrik Selis Mandalika.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kendaraan listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan target raihan dana Rp336 miliar.  

Dalam prospektus SLIS pada Senin (3/7/2023), dijelaskan dana yang diperoleh dari hasil rights issue pertama ini akan digunakan seluruhnya sebagai setoran modal kepada perusahaan anak PT Juara Bike, yang seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja. 

Pada rights issue ini, SLIS akan menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru atau sebesar 5 peresen dari modal ditempatkan disetor penuh perseroan etelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp50 per saham. 

Setiap satu HMETD akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp168 per saham. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima SLIS dari PMHMETD I ini adalah maksimal Rp336 miliar. 

Adapun, bersamaan dengan PMHMETD I ini, SLIS juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 700.000.000 Waran Seri I atau maksimal 35 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PMHMETD I. 

Untuk setiap 10 saham baru hasil pelaksanaan HMETD, melekat 35 Waran Seri I bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya. Setiap pemegang satu Waran Seri I berhak untuk membeli satu saham SLIS dengan harga pelaksanaan Waran Seri I Rp600 per saham, sehingga dana hasil pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp420 miliar. 

Pada hari ini, Senin (3/7/2023) pukul 15.00 WIB, harga saham SLIS terpantau turun 1,25 persen atau 2 poin ke Rp158. Sepanjang hari ini saham SLIS bergerak di kisaran Rp155 - Rp161. 

Adapun, sepanjang tahun ini atau year-to-date (ytd) saham SLIS tercatat mengalami penurunan 37,30 persen, dan dalam setahun, atau year-on-year (yoy) harga sahamnya turun lebih dalam 57,98 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper