Saham NETV Melesat Anomali, Manajemen Merespons Rumor Diakuisisi FILM

Saham NETV masih mendapat notasi khusus E yang berarti ekuitas negatif, dan X yang artinya dipantau khusus oleh BEI.
PT Net Visi Media Tbk. (NETV) melaksanakan seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/1/2022).
PT Net Visi Media Tbk. (NETV) melaksanakan seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/1/2022).

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Net Visi media Tbk. (NETV) masih melanjutkan penguatan signifikan hari ini, Kamis (8/6/2023) akibat rumor diakuisisi oleh rumah produksi MD Pictures (FILM).

Saham NETV di papan akeselerasi melesat 9,62 persen atau 15 poin ke Rp171, atau menyentuh batas auto reject atas (ARA). Sepanjang hari ini, NETV bergerak dalam rentang Rp160-Rp171.

Price to earning ratio (PER) NETV berada di level -15,12 dengan kapitalisasi pasar Rp4 triliun. Saham NETV masih mendapat notasi khusus E yang berarti ekuitas negatif, dan X yang artinya dipantau khusus oleh BEI.

Sejak kemarin (7/6/2023), saham NETV bergerak liar lantaran beredar rumor di pasar yang menyebutkan saham perusahaan akan diakuisisi oleh perusahaan perfilman PT MD Pictures Tbk. (FILM). Bahkan lonjakan saham juga terlihat pada 31 Mei 2023. 

Seperti diketahui, FILM merupakan rumah produksi milik Manoj Dhamoo Punjabi yang saat ini sedang menggelar rights issue.

Pada 2 Mei 2023, MD Pictures melaporkan rencana Penambaham Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 1.902.243.400 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Ini setara 20 persen dari modal ditempatan dan disetor penuh Perseroan. Harga pelaksanaannya akan diumumkan kemudian hari dalam prospektsu tambahan.

Sekretaris Perusahaan NETV Ferry mengatakan perseroan tidak pernah menyampaikan informasi kepada pubik dan sepanjang sepengathuan perseroan tidak ada dan belum ada investasi pada perseroan.

"NETV saat ini tidak memiliki informasi penting yang dapat disampaikan kepada public. Perseroan berkomitmen untuk selalu taat dan mematuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia,” jelas Ferry dalam keterbukaan informasi, Kamis (8/9/2023).

Sebagai informasi, NETV merupakan perusahaan yang tergolong emiten baru. Perseroan mencatatkan saham perdana di BEI pada 25 Januari 2022. Ketika itu, harga penawaran NETV sebesar Rp196 per saham. Jumlah saham yang dilepas melalui IPO mencapai 765,3 juta saham atau setara 4,37 persen. Alhasil Net TV meraih dana Rp149,99 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper