Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pefindo Sebut Waskita (WSKT) Akan Sulit Galang Dana Imbas Adanya Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan

Pefindo menyebut indikasi fraud pada laporan keuangan PT Waskita Karya (WSKT) akan mempengaruhi kemampuan emiten BUMN tersebut dalam menggalang dana.
Karyawan beraktivitas disekitar logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas disekitar logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo menyebut indikasi fraud pada laporan keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) akan mempengaruhi kemampuan emiten BUMN tersebut dalam menggalang dana dari pihak eksternal.

Head of Non-Financial Institution Ratings 2 Yogie Surya Perdana mengatakan indikasi fraud tersebut akan berdampak negatif terhadap peringkat Waskita. Hal ini karena indikasi fraud berkaitan dengan aspek tata kelola terutama pencatatan dan penyajian atas informasi keuangan.

Waskita dinilai dapat kehilangan kepercayaan dari pada kreditur atau investor seiring adanya indikasi fraud tersebut. Adapun fleksibilitas keuangan Waskita akan turut terdampak terutama untuk penggalangan dana.

“Hal ini dapat berdampak pada kehilangan kepercayaan kreditur/investor terhadap emiten sehingga dapat mempengaruhi fleksibilitas keuangan perusahaan terutama kemampuan dalam menggalang dana dari pihak eksternal,” ujar Yogie kepada Bisnis, Kamis (8/9/2023).

Pefindo juga telah menurunkan peringkat utang obligasi waskita dari sebelumnya idCCC menjadi idSD (selective default). Pefindo menurunkan peringkat utang Waskita usai adanya gagal bayar kupon obligasi yang jatuh tempo pada 6 Mei 2023 lalu.

Peringkat idSD menandakan obligor masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya, meski terdapat gagal membayar satu atau lebih kewajiban utang jatuh tempo, baik atas kewajiban yang telah di peringkat atau tidak di peringkat.

Yogie mengatakan Pefindo dapat menurunkan peringkat utang Waskita dari idSD menjadi idD atau atau default jika terjadi gagal bayar atas seluruh kewajiban keuangan Waskita.

“Peringkat Waskita saat ini juga sudah di idSD (Selective Default). Peringkat bisa kami turunkan ke idD (Default) jika terjadi gagal bayar atas seluruh kewajiban keuangan perusahaan, baik utang bank maupun obligasi,” jelasnya.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi mengenai tata kelola keuangan Waskita yang disebut tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Memang pelaporan keuangannya juga tidak sesuai dengan kondisi riil. Artinya dilaporkan seolah-olah untung bertahun-tahun padahal cashflow tidak pernah positif sebetulnya,” ujar Tiko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Senin (5/6/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan apabila ada unsur pidana berupa penipuan atau fraud dalam laporan keuangan Waskita, maka Kementerian BUMN dapat mengajukan tuntutan ke ranah pengadilan kepada manajemen lama yang melaporkan kala itu.

“Saya sudah lapor ke ketua BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Apabila memang ada fraud dari sisi pelaporan keuangan kita bisa lakukan tindakan tegas dengan kerangka governance yang ada,” jelas Tiko.

Merespons hal ini, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna telah melakukan pemanggilan terhadap Waskita terkait dugaan manipulasi laporan keuangan.

“Bursa  telah melakukan pemanggilan (hearing) dan penyampaian permintaan penjelasan, terkait rencana restrukturisasi, penelaahan atas laporan keuangan, maupun penelaahan atas kondisi operasional Perseroan,” kata Nyoman dalam jawaban tertulis, Rabu (7/6/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper