Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan Meroket, Rugi Induk Hotel Alila (BUVA) Turun 95 Persen pada Kuartal I/2023

Pengelola Hotel Alila, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) catat penurunan rugi hingga 95 persen sepanjang kuartal I/2023 menjadi Rp1,27 miliar.
Hotel Alila SCBD, Jakarta. Pengelola Hotel Alila, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) catat penurunan rugi hingga 95 persen sepanjang kuartal I/2023 menjadi Rp1,27 miliar. /buvagroup.com
Hotel Alila SCBD, Jakarta. Pengelola Hotel Alila, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) catat penurunan rugi hingga 95 persen sepanjang kuartal I/2023 menjadi Rp1,27 miliar. /buvagroup.com

Bisnis.com, JAKARTA — Rugi bersih emiten pengelola Hotel Alila, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) turun nyaris 95 persen menjadi Rp1,27 miliar sepanjang kuartal I/2023.

Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), rugi bersih BUVA susut 94,93 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2022 sebesar Rp25,15 miliar.

Susutnya rugi perseroan salah satunya disebabkan oleh melonjaknya pendapatan dari hotel sebesar Rp67,89 miliar, atau melejit 230,82 persen yoy dibanding kuartal I/2022 sebesar Rp20,52 miliar.

Secara rinci, pendapatan dari jaringan hotel Alila di Bali sebesar Rp56,70 miliar sedangkan di Jakarta sebesar Rp11,18 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok perseroan ikut naik 149,06 persen yoy menjadi Rp22,53 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp9,04 miliar.

Secara rinci, beban pokok perseroan berasal dari beban makanan dan minuman Rp9,92 miliar, beban kamar Rp10,67 miliar, beban spa Rp694,45 juta, dan beban lainnya Rp1,23 miliar.

Alhasil, laba bruto perseroan tumbuh 295,7 persen yoy menjadi Rp45,36 miliar, dibanding kuartal I/2022 sebesar Rp11,47 miliar.

Secara neraca, total aset perseroan turun menjadi Rp1,83 triliun hingga 31 Maret 2023 dibanding akhir Desember 2022 sebesar Rp1,84 miliar.

Liabilitas perseroan turun menjadi Rp1,99 triliun dibanding Desember 2022 sebesar Rp2 triliun. Sedangkan ekuitas sebesar Rp161,51 juta, dibanding akhir 2022 sebesar Rp159,08 juta.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA)akan diambil oleh PT Nusantara Utama Investama sebagai kompensasi atas pembayaran utang BUVA Rp882,6 miliar.

BUVA berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dalam aksi korporasi ini PT Nusantara Utama Investama akan menjadi pengendali baru BUVA.

BUVA akan menerbitkan sebanyak 14,71 miliar (14.710.110.661) saham baru dengan nominal Rp50. Jumlah saham tersebut setara dengan 68,35 persen dari modal ditempatkan dan disetor BUVA setelah pelaksanaan private placement. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper