Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Private Placement, Rencana BUVA Lepas Saham Di Bawah Rp240

Harga itu masih belum pasti karena perseroan masih melakukan beberapa negosiasi dengan calon penyuntik modal.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  09:43 WIB
Komisaris Utama PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA Group) Okie Rehardi Lukita (dari kiri), Presiden Direktur Franky Tjahyadikarta, Direktur Hendry Utomo, dan Direktur Winarti S.Gondokarjono, berbincang di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan paparan publik di Jakarta, Jumat (16/6). - JIBI/Dwi Prasetya
Komisaris Utama PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA Group) Okie Rehardi Lukita (dari kiri), Presiden Direktur Franky Tjahyadikarta, Direktur Hendry Utomo, dan Direktur Winarti S.Gondokarjono, berbincang di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan paparan publik di Jakarta, Jumat (16/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perhotelan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) bakal melakukan private placement dengan nilai saham di bawah Rp240.

Sekretaris Perusahaan Bukit Uluwatu Villa Benita Sofia mengatakan para investor menyetujui perubahan harga private placement dalam rapat umum pemegang saham perseroan. Menurutnya, manajemen BUVA bakal melepas saham di bawah Rp240 per saham.

Namun harga itu masih belum pasti karena perseroan masih melakukan beberapa negosiasi dengan calon penyuntik modal. Sebagai informasi, nilai itu turun 50 persen dibandingkan dengan harga pelaksanaan yang telah ditetapkan pada 2018 lalu yakni Rp480 per saham.

“Harga belum diputuskan karena masih dalam negosiasi dengan beberapa investor, tapi pasti di bawah Rp240, tanpa melanggar aturan otoritas karena sudah disetujui oleh Rapat Pemegang Saham, katanya kepada Bisnis pada Jumat (9/2/2020).

Selain itu, Benita menambahkan investor kali ini yang bakal merapat bukan PT Asia Leisure Network (ALN). Sebab pada 2018, BUVA mengumumkan bakal menggelar private placement karena perusahaan itu digadang bakal menyuntikkan modal tambahan. ALN saat ini sudah memegang 25 persen atau sekitar 1,70 miliar saham BUVA.

Sebelumnya, Direktur Utama Bukit Uluwatu Villa Franky Tjahyadikarta mengatakan perseroan mengincar dana maksimal Rp110 miliar dengan menggelar aksi private placement.

“Kami targetkan dana yang dihimpun itu antara Rp100 miliar sampai dengan Rp110 miliar dengan besaran saham yang dilepas sekitar 10% persen dari saham yang beredar,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi bukit uluwatu
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top