Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Turun ke Bawah US$2.000, Saham Emitennya Variatif

Harga emas global turun ke bawah US$2.000 per troy ons dengan harga saham emiten emas bervariasi
Harga Emas Turun ke Bawah US$2.000, Saham Emitennya Variatif /logammulia.com
Harga Emas Turun ke Bawah US$2.000, Saham Emitennya Variatif /logammulia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas turun ke bawah US$2.000 per troy ons, tetapi tidak begitu mempengaruhi pergerakan saham emiten terkait emas pada perdagangan Senin (22/5/2023). 

Mengutip data Bloomberg, harga emas Spot terpantau turun 1,47 poin atau 0,07 persen ke US$1.976,34 per troy ons. Selain itu, harga emas Comex turun 3,80 poin atau 0,19 persen ke US$1.996,50. 

Di samping harga emas yang turun, harga sejumlah saham emas seperti ANTM, MDKA, dan HRTA kompak turun, sedangkan saham lainnya naik. 

Mengutip data bursa, Harga saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terpantau turun 0,77 persen atau 15 poin ke Rp1.940. Selanjutnya, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) turun 1,67 persen atau 50 poin ke Rp2.950. 

Senada, harga saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) tercatat turun 1,01 persen atau 4 poin ke Rp392. 
  
Di sisi lain, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 2,29 persen atau 20 poin ke Rp895. Kemudian, saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) naik 1,20 persen atau 4 poin Rp336 dan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 2,34 persen atau 3 poin ke Rp131. 

Sebelumnya, Tim Analis Monex Investindo Futures (MIFX) mengatakan penurunan harga emas disebabkan pelaku pasar nampak menutup posisi profit kenaikan harga emas pada hari Jumat (19/5/2023). 

"Menguatnya harga emas akhir pekan lalu didukung pernyataan dari menteri keuangan AS, Janet Yellen, Gubernur The Fed sebelum Powell, agar perbankan di AS bersiap untuk merger dengan perusahaan yang lebih baik dikarenakan laporan beberapa  kegagalan perbankan di AS. Hal ini dipandang menjadi pemicu pasar untuk membeli aset aman emas," kata Analis MIFX dalam riset, Senin (22/5/2023). 

Namun, fokus pasar nampak kembali teralihkan dengan rencana pertemuan antara Presiden AS, Joe Biden dan anggota legislatif dari partai Republic untuk kembali membahas debt ceiling AS, dan pelaku pasar nampak optimistis akan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.  

"Hal itu akan menghindarkan AS dari kebangkrutan dan menjaga laju roda ekonomi negara tersebut," ungkapnya. 

Untuk perdagangan hari ini, MIFX memperkirakan emas masih berpeluang bergerak turun untuk jangka pendek seiring rebound pada dolar AS, walau masih nampak terbatas. Adapun, pelaku pasar bisa mengambil posisi jual untuk emas di kisaran harga US$1.971 - US$1.974 dengan level support di US$1.970, US$1.967, dan level resistance di US$1.975, US$1.978.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper