Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Bakal Menguji Level 6.800 Hari Ini, Simak Faktor Penantangnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, Senin, (22/5/2023).
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, Senin, (22/5/2023).

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan IHSG diproyeksi berpeluang rebound selama di atas 6.656. Jika IHSG ditutup di bawah 6.811 maka masih berpeluang terkoreksi dengan target 6.733 dan 6.635. Namun apabila IHSG berakhir di atas 6.811, peluang menuju 6.851 dan 6.971.  

"Level resistance IHSG hari ini berada 6.733, 6.756, 6.787, 6.824, dengan support 6.691, 6.656, 6.635, 6.586 Sementara perkiraan range di 6.660-6.750," terang Andri dalam riset harian, Senin, (22/5/2023).

Pada Jumat, (19/5/2023) lalu, Wall Street mengalami penurunan. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 0,33 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang turun sebesar 0,14 persen, sementara indeks Nasdaq turut terkoreksi sebesar 0,24 persen.

Negosiator GOP atau Partai Republik Amerika Serikat menghentikan negosiasi plafon utang yang sedang berlangsung, memunculkan keraguan akan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Penurunan indeks pada Jumat lalu tetap terkendali setelah Ketua Federal Reserve mengatakan bahwa suku bunga mungkin tidak perlu naik sebanyak yang diperkirakan untuk mengendalikan inflasi.

Sementara itu, Bursa Asia Pasifik mencatat penguatan. Pada Jumat lalu hampir seluruh bursa di kawasan regional Asia Pasifik naik menyusul penguatan bursa AS pada malam sebelumnya. 

Kospi menguat cukup signifikan sebesar 0,89 persen. Bursa lainnya yang menguat cukup signifikan Nikkei dan STI Index yang masing-masing naik 0,77 persen dan 0,63 persen.

Di sisi lain Hang Seng melemah signifikan. Para pemimpin dari Kelompok 7 (Group of 7) berkumpul di Hiroshima, Jepang untuk KTT G-7 yang dimulai Jumat pekan lalu. Jepang melaporkan inflasi April 2023 sebesar 3,5 persen secara year-on-year (YoY), di atas ekspektasi. 

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan selama bertahan di atas level support 6.650, maka IHSG berpotensi melanjutkan rebound pada rentang 6.725-6.780. Hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Mei mendatang dinilai menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Adapun BI dinilai bakal mempertahankan suku bunga acuan di posisi 5,75 persen. Langkah ini sejalan dengan inflasi Indonesia yang sudah mereda. Di samping itu defisit APBN juga sudah kembali ke level sebelum pandemi Covid-19.

“IHSG berpotensi lanjutkan rebound ke kisaran 6.725-6.780, selama bertahan di atas support 6.650. Sentimen positif domestik dapat berasal dari hasil dari Rapat Dewan Gubernur BI 25 Mei [mendatang],” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset, Senin (22/5/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper