Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ditekan Beban yang Menanjak Laba Wika Beton (WTON) Turun Dalam

PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) mencatatkan penurunan laba meski terjadi peningkatan pendapatan per kuartal I/2023.
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) mencatatkan penurunan laba meski terjadi peningkatan pendapatan per kuartal I/2023. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh kenaikan beban yang lebih tinggi daripada pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Marer 2023, WTON mencatatkan pendapatan sebesar Rp916,99 miliar. Pendapatan ini naik 18,59 persen dari Rp773,19 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY).

Secara rinci, pendapatan dari produk putar Rp504,42 miliar atau naik 34,56 persen, produk non putar sebesar Rp302,38 miliar atau turun 8,27 persen, pendapatan jasa sebesar Rp12,45 miliar atau naik 225 persen, dan konstruksi sebesar Rp97,72 miliar atau naik 50,72 persen.

Meningkatnya pendapatan WTON diikuti oleh naiknya beban pokok pendapatan 23,69 persen dari Rp696,4 miliar menjadi Rp861,42 miliar hingga kuartal I/2023. Selain itu, beban umum dan administrasi juga tercatat naik 12,79 persen menjadi Rp28,03 miliar.

Adanya kenaikan beban membuat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk WTON turun 65,89 persen dari Rp18,55 miliar menjadi Rp6,14 miliar per kuartal I/2023.

Adapun hingga akhir Maret 2023, WTON mencatatkan jumlah aset senilai Rp8,44 triliun. Jumlah aset tersebut turun dari Rp9,44 triliun dibandingkan akhir Desember 2022.

Total liabilitas WTON mencapai Rp4,79 triliun per 31 Maret 2023. Angka ini turun dari Rp4,79 triliun per 31 Desember 2022.

Sementara itu, jumlah ekuitas WTON mencapai Rp3,64 triliun sampai kuartal I/2023. Ekuitas WTON naik dari Rp3,63 triliun dibandingkan akhir 2022.

Kemudian untuk kas dan setara kas akhir tahun terjadi penurunan 52,9 persen dari Rp769,7 miliar menjadi Rp362,45 miliar.

Sebagai informasi, WTON mencatatkan kontrak baru senilai Rp1,05 triliun hingga akhir Ferbuari 2022. Realisasi ini tumbuh 2,56 persen secara tahunan.

Sekretaris Perusahaan Wika Beton Dedi Indra mengatakan, berbagai proyek yang menyumbang performa WTON ini didominasi oleh proyek pada sektor infrastruktur sebesar 66,95 persen, disusul proyek di sektor properti sebesar 10,57 persen.

“Sisanya berasal dari sektor energi, industri, dan tambang masing-masing menyumbang sebesar 16,49 persen, 5,04 persen, dan 0,95 persen,” kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (14/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper