Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Surya Semesta (SSIA) Klaim Kantongi Permintaan Ratusan Hektare Lahan di Subang & Karawang

Surya Semesta (SSIA) kebanjiran permintaan lahan, 400 hektare di Subang Smartpolitan dan 70 hektare di Suryacipta City of Industry, Karawang.
Salah satu sudut di kawasan industri Suryacipta, Karawang. Kawasan industri ini dikelola oleh PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk./suryacipta.com
Salah satu sudut di kawasan industri Suryacipta, Karawang. Kawasan industri ini dikelola oleh PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk./suryacipta.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengeklaim mendapat permintaan sebanyak 400 hektare lahan untuk Subang Smartpolitan, dan 74 hektare permintaan lahan untuk Suryacipta City of Industry, Karawang. VP Head of Investor Relations Erlin Budiman mengatakan terdapat cukup banyak permintaan lahan industri pada kuartal I/2023. 

“Mengenai permintaan cukup banyak, ya. Saat ini 400 hektare itu permintaan lahan untuk Subang Smartpolitan, dan 74 hektare permintaan lahan untuk Karawang, Suryacipta City of Industry,” ujar Erlin kepada Bisnis.com, Jumat (7/4/2023).

SSIA menargetkan penjualan lahan sebanyak 60 hektare dari Subang Smartpolitan, dan 30 hektare dari Karawang. Sementara untuk Karawang, SSIA menargetkan accounting revenue booked sebanyak 20 hektare.

Harga lahan di Karawang mencapai US$130 per meter persegi sehingga SSIA menargetkan bisa mengantongi setidaknya US$26 juta atau setara Rp390 miliar dari accounting sales.

“Mengenai accounting sales biasanya perlu waktu untuk serah terima sertifikat. Jadinya untuk Karawang, target 30 hektare untuk marketing sales, dan untuk accounting sales target tahun ini 20 hektare,” jelasnya.

Bisnis utama SSIA, yakni PT Suryacipta Swadaya (SCS) membukukan marketing sales seluas 10,5 hektare dengan harga jual rata-rata US$127,5 meter persegi dari lahan inventaris Suryacipta Karawang sepanjang 2022. Hal ini menghasilkan pendapatan sebesar US$12,8 juta atau setara Rp188 miliar.

Sebagian besar pendapatan disumbang oleh akuntansi penjualan tanah senilai Rp207,2 miliar, meningkat 24,8 persen dibandingkan capaian 2021 senilai Rp166 miliar. Kemudian, terjadi peningkatan pendapatan layanan pemeliharaan sebesar 10,4 persen.

Subang Smartpolitan melakukan penjualan lahan pertama seluas 2 hektare kepada perusahaan Jepang pada semester II/2022.

Kemudian PT TCP Internusa, yakni Edenhaus Simatupang membukukan marketing sales 34 unit rumah senilai Rp242,5 miliar hingga 31 Desember 2022. PT TCP telah membukukan sebanyak 21 unit atau Rp148,7 miliar sejak diluncurkan pada Maret 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper