Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Naik Pagi Ini, Dibuka di Posisi Rp15.385 per Dolar AS

rupiah dibuka menguat 0,03 persen atau 4 poin ke posisi Rp15.385. Sementara itu, mata uang Asia Pasifik terpatau dibuka bervariasi. 
Foto gambar mata uang rupiah dengan nominal Rp100.000. - Bloomberg/Brent Lewin
Foto gambar mata uang rupiah dengan nominal Rp100.000. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah atas dolar AS dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (17/3/2023), di saat indeks dolar melemah 0,17 persen ke posisi 103.912.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 0,03 persen atau 4 poin ke posisi Rp15.385. Sementara itu, mata uang Asia Pasifik terpatau dibuka bervariasi.

Dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen, Dolar Singapura menguat 0,12 persen dan Dolar Taiwan melaju 0,06 persen.

Won Korea naik sebesar 0,57 persen, Peso Philiphina menguat 0,41 persen, Rupee India melemah 0,16 persen, Yuan China menguat 0,04 persen, Ringgit Malaysia naik 0,28 persen dan Bath Thailand melaju 0,06 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan  mata uang rupiah kemungkinan bergerak berfluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp15.350 - Rp15.420.

Ibrahim mengatakan dolar AS sedikit turun terhadap sekeranjang mata uang, tetapi masih di posisi yang cukup kuat. Dia mengatakan greenback sebagian besar didukung oleh permintaan safe-haven, dan juga melihat tawaran beli di tengah peningkatan ketidakpastian atas jalur kebijakan moneter AS.

Fokus sekarang tepat pada pertemuan Federal Reserve minggu depan, ketika bank itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin,” ujarnya. Kendati demikian, kekhawatiran akan krisis bank, setelah jatuhnya tiga bank regional AS, membuat para trader mempertanyakan apakah The Fed akan memiliki ruang yang cukup untuk terus menaikkan suku bunga.

Sementara itu, kemarin Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) pada level 5,75 persen di tengah gonjang ganjing global yang makin memanas. Suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 5 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5 persen.

Di tengah terjaganya fundamental perekonomian RI, kondisi perekonomian global memang masih sangat fluktuatif. Tutupnya Silicon Valley Bank menjadi salah satu sentimen anyar yang kembali memperkeruh kondisi pasar keuangan global. Selain itu, bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) juga diproyeksi masih melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya.

Pada pertemuan Maret ini, The Fed diprediksi mengerek suku bunga acuannya sebesar 25 basis point.  Namun dengan kondisi fundamental perekonomian RI yang terjaga, pergerakan nilai tukar rupiah akan stabil di tengah tingginya volatilitas pasar global. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Artha Adventy
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper