Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adhi Karya (ADHI) Siapkan Capex Rp1,1 Triliun, Tambah Utang?

Adhi Karya (ADHI) memastikan tidak akan lagi menambah utang guna membiayai belanja modal pada 2023 sebesar Rp1,1 triliun.
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,1 triliun. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, tol Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian-Serpong Timur.

Corporate Secretary ADHI Farid Budiyanto mengatakan dana capex sebesar Rp1,1 triliun tersebut nantinya akan berasal dari kas internal. Kemudian ADHI masih memiliki beberapa sumber pendanaan dari hasil pinjaman bank dan juga sisa rights issue.

“Opsi pendanaan, ya yang jelas, kami manfaatin dari fasilitas pembiayaan bank. Kita manfaatkan dari yang kami miliki. Jadi kita tidak menambah lagi [pinjaman],” ujar Farid dikutip Minggu (5/3/2023).

ADHI juga masih memiliki sisa dana sebesar Rp1,98 triliun dari hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Sisa dana tersebut nantinya juga akan dialokasikan untuk capex, tetapi dia enggan menyebut berapa yang akan digunakan.

Lebih lanjut, dia mengatakan ADHI belum berencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat. Menurutnya, ADHI memiliki dana cukup dari sumber-sumber yang ada seperti kas internal, pinjaman dari bank, dan sisa hasil rights issue.

“Masih ada sisa dana Rp1,98 triliun [dari rights issue] yang belum termanfaatkan atau belum dilakukan pencairan dan itu harus sesuai progress,” katanya.

ADHI telah mendapatkan pembiayaan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) dengan skema Ijarah Muntahiyah bitamlik (IMBT) dengan jumlah maksimal Rp420,4 miliar atau 80 persen dari jumlah estimasi investasi penyediaan layanan untuk proyek preservasi Lintas Timur Sumatera Selatan

“Satu lagi Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu (FPLT) ini kita sudah punya skema pembiayaan dari perbankan sebelumnya. Jadi, relatif sudah secure dari sisi pendanaan,” tuturnya.

ADHI juga telah mendapatkan jaminan pendanaan melalui kredit sindikasi senilai Rp9,89 triliun untuk proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Kredit diberikan kepada badan pengelola, yakni PT Jogja Solo Marga Makmur (PT JMM). Adapun JMM selaku badan usaha pengelola jalan tol tersebut, telah memperoleh fasilitas kredit sindikasi senilai Rp9,89 triliun.

Fasilitas kredit sindikasi ini didukung oleh para bank yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA selaku joint mandated lead arranger & bookrunner-MLAB, bersama dengan lembaga pembiayaan infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dan 9 Perbankan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper