Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Sarana Menara (TOWR) Protelindo Terbitkan Obligasi Rp2,9 Triliun

Grup Sarana Menara Nusantara (TOWR) Protelindo menerbitkan obligasi Rp2,9 triliun untuk membayar utang.
Grup Sarana Menara Nusantara (TOWR) Protelindo menerbitkan obligasi Rp2,9 triliun untuk membayar utang. /JIBI-Abdullah Azzam
Grup Sarana Menara Nusantara (TOWR) Protelindo menerbitkan obligasi Rp2,9 triliun untuk membayar utang. /JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2023 senilai total Rp2,9 triliun yang akan dipakai untuk membayar kewajiban utang perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi laman Bursa Efek Indonesia, obligasi ini diterbitkan dalam dua seri. Rinciannya yaitu Seri A sebesar Rp2,76 triliun dengan tingkat bunga sebesar 6,35 persen pertahun dan seri B sebesar Rp145,35 miliar dengan menawarkan bunga di angka 6,6 persen per tahun. 

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama masing-masing seri akan dilakukan pada tanggal 21 Juni 2023 sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 31 Maret 2024 untuk seri A dan tanggal 21 Maret 2026 untuk seri B.

Protelindo menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi yaitu PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. Sementara wali amanat yaitu PT Bank Permata Tbk. (BNLI). 

dalam rangka penerbitan obligasi ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Fitch Ratings Indonesia AAA (triple A). 

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III Protelindo tahap II tahun 2023 ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk melunasi dan/atau pembayaran sebagian dari utang bank perseroan.

Apabila dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III Protelindo tahap II ini tidak mencukupi, maka kekurangannya akan dibiayai dengan arus kas internal perseroan dan/atau pinjaman dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya. 

Jika terdapat sisa dana, maka akan digunakan untuk modal kerja perseroan, antara lain pembayaran hutang usaha, beban operasional, beban penjualan dan pemasaran, dan/atau beban umum dan administrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper