Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Terus Menguat Jelang Pertemuan The Fed Nanti Malam

Dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan kenaikan moderat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menunggu hasil The Fed.
Ilustrasi utang pemerintah Indonesia dalam mata uang rupiah dan dolar AS. JIBI/Himawan L Nugraha. rn
Ilustrasi utang pemerintah Indonesia dalam mata uang rupiah dan dolar AS. JIBI/Himawan L Nugraha. rn

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan kenaikan moderat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu pagi WIB, ditopang oleh kecemasan investor menunggu hasil The Fed.

Aktivitas bisnis di AS pada Februari secara tak terduga melonjak ke level tertinggi delapan bulan, meningkat menjadi 50,2 poin dari pembacaan akhir 46,8 poin pada Januari.

Data PMI (Indeks Manajer Pembelian) di atas 50 poin mengindikasikan pemulihan, sementara pembacaan di bawahnya menandakan kontraksi. Jumlah itu mengikuti data yang kuat baru-baru ini pada penjualan ritel, pasar tenaga kerja dan produksi manufaktur, menunjukkan momentum yang solid dalam perekonomian di awal tahun.

"Rilis PMI hari ini menunjukkan sebagian besar ekonomi AS masih terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan, terutama sektor jasa, tetapi pasar perumahan masih ditantang yang dibuktikan dengan penurunan mengejutkan penjualan rumah yang telah ada," kata Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo Securities di London dikutip dari Antara.

Nelson mencatat dikotomi antara indikator utama dari ekonomi AS, menunjukkan resesi masih membayangi dan indikator menunjukkan permintaan yang masih solid. Hal itu berisiko membuat Fed berhati-hati dan meningkatkan standar kenaikan suku bunga yang lebih agresif, menurut Nelson.

"Kecepatan pengetatan The Fed yang terukur akan membatasi kenaikan dolar untuk saat ini, karena ECB dan bank sentral lainnya sedikit mengejar ketinggalan, dengan arah jangka menengah untuk dolar cenderung lebih bergantung pada jalur pertumbuhan relatif," katanya dikutip dari Antara, Rabu (22/6/2023).

Indeks dolar AS, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di level 104,16, atau naik 0,25 persen, rebound dari penurunan awal hingga mendekati level tertinggi hari ini di 104,26.

"Kami melihat konsumen di seluruh dunia kurang sensitif terhadap suku bunga daripada yang diantisipasi," kata Adam Button, Kepala Analis Mata Uang di ForexLive di Toronto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Pandu Gumilar
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper