Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

XL Axiata (EXCL) Catat Pendapatan Rp29,2 Triliun tapi Laba Turun pada 2022

XL Axiata (EXCL) mencatatkan pendapatan yang tumbuh 9 persen pada 2022, tetapi dengan laba bersih yang turun 13,8 persen.
CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini/XL Axiata
CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini/XL Axiata

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi dari industri. XL Axiata membukukan pendapatan sebesar Rp29,2 triliun, atau naik 9 persen dibandingkan 2021 yang sebesar Rp26,76 triliun. 

Pertumbuhan pendapatan emiten berkode saham EXCL ini didukung oleh penyediaan produk yang berkelanjutan dan kualitas jaringan yang mumpuni. Sementara itu, total pendapatan data dan layanan digital mencapai Rp26,6 triliun, atau 91 persen dari total pendapatan perusahaan. 

Seluruh pertumbuhan tersebut berdampak positif terhadap EBITDA EXCL yang tumbuh 7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), dengan margin 49 persen menjadi Rp14,2 triliun. Selain itu, XL Axiata juga membukukan pertumbuhan laba bersih setelah diisasi (NPAT) yang meningkat 1 persen, yaitu sebesar Rp1,1 triliun.  

Akan tetapi, laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk EXCL tercatat turun 13,8 persen menjadi Rp1,1 triliun sepanjang 2022, dibandingkan dengan laba bersih pada 2021 yang sebesar Rp1,28 triliun.                                                                            

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan sepanjang tahun 2022, industri telekomunikasi Indonesia diwarnai dengan persaingan yang cukup ketat, terutama pada periode kuartal keempat. 

"Konsumsi data oleh pelanggan XL Axiata tetap kuat terutama didorong oleh streaming video, yang kami perkirakan akan terus berlanjut di tahun 2023," kata Dian dalam keterangan resminya, Senin (20/2/2023). 

Selain itu, lanjut Dian, investasi EXCL yang masif dalam infrastruktur jaringan baik untuk perluasan atapun peningkatan kapasitas, digitalisasi, personalisasi layanan dan pengoptimalan penggunaan spektrum, telah mampu meningkatkan pengalaman pelanggan sehingga mendorong mendorong meningkatnya trafik layanan. 

Dian menuturkan pada 2022, XL Axiata juga berhasil mempertahankan pelanggan dengan fokus terus meningkatkan pengalaman dan kenyamanan pelanggan yang lebih baik. Di periode 2022, EXCL berhasil meningkatkan blended ARPU (average revenue per user) menjadi Rp39.000 dari Rp36.000 di periode tahun sebelumnya, dengan total pelanggan mencapai 57,5 juta pelanggan.

Dian menambahkan, salah satu kunci pertumbuhan XL Axiata adalah personalisasi penawaran dan layanan. Hasil dari strategi personalisasi yang didukung dengan digitalisasi dan peningkatan kualitas jaringan, berhasil meningkatkan nilai NPS (Net Promoter Score) secara signifikan hingga sebesar 4,5 kali sehingga mendorong penggunaan layanan dan pada akhirnya membantu meningkatkan pendapatan. 

Menurut Dian, hasil dari implementasi operasional berbasis digital melalui penerapan data analytics juga memungkinkan XL Axiata berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan untuk memenuhi permintaan kebutuhan seluruh segmen pelanggan. 

Dengan data analytics ini juga memungkinkan XL Axiata mengevaluasi key performance indicator di semua aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran, dan loyalitas pelanggan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan peluang di waktu yang tepat.

XL Axiata juga menjalankan strategi transformasi digital 2.0 untuk mengembangkan pengalaman pelanggan lewat aplikasi MyXL dan MyAxisnet. Kedua aplikasi telah memberikan hasil yang signifikan pada bulan Desember 2022, yaitu tercatat sekitar 25 juta pelanggan telah aktif menggunakan MyXL dan MyAxisnet, dengan pertumbuhan pengguna aktif mencapai 62 persen. 

Aplikasi tersebut dapat mempertajam prediksi tentang tren yang akan datang dan perilaku pelanggan, serta memungkinkan untuk memberikan penawaran yang tepat kepada pelanggan.

XL Axiata terus berupaya keras mengenalkan layanan konvergensi kepada masyarakat luas, sekaligus meningkatkan manfaatnya. Hingga akhir tahun 2022, 37 persen dari pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL SATU, yang berarti menunjukkan kuatnya permintaan atas produk konvergensi ini.

Menurut Dian, akuisisi Linknet yang dilakukan tahun 2022 lalu juga akan sangat mendukung pengembangan produk konvergensi ini di masa mendatang. Selain itu, XL Axiata juga telah menuntaskan akuisisi Hypernet. 

"Langkah ini akan semakin memperkuat portofolio XL Axiata pada layanan korporasi. Melanjutkan akuisisi Linknet, XL Axiata bersama Linknet juga telah meluncurkan produk kolaborasi di kuartal ketiga tahun 2022," jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper