Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Kejar EBITDA Positif Akhir Tahun, Prospek Saham Pasti Menarik?

Analis melihat upaya GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengejar EBITDA Positif di akhir 2023 membuat prospek sahamnya menjadi sangat baik.
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). /Bisnis-Himawan L Nugraha
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). /Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menargetkan EBITDA (earning before interest tax, depreciation, and amortization) akan positif pada kuartal IV/2023, lebih cepat dari pedoman sebelumnya. Analis melihat upaya ini akan membuat prospek saham GOTO menjadi sangat baik.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan secara garis besar, pihaknya berpandangan positif terhadap saham GOTO. Apalagi jika diperhatikan, selama kuartal IV/2022, gross transaction value (GTV) GOTO naik 18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp162 triliun. 

Sementara itu, secara tahunan GTV GOTO naik 22 persen mencapai Rp613 triliun. Menurut Nico, hal ini sejalan dengan proyeksi Pilarmas Sekuritas. 

Dia menjelaskan stabilitas pemulihan ekonomi juga mendukung akselerasi percepatan profitabilitas dan GOTO melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang. Perusahaan juga melakukan perubahan dengan fokus terhadap pertumbuhan pendapatan dengan memberikan struktur komisi baru untuk bisnis on demand dan e-commerce

"Adanya optimisasi biaya secara menyeluruh dari biaya operasional membuat kinerja keuangan GOTO tetap terjaga. Kami juga menyukai langkah GOTO yang melakukan pengembangan produk berbasis ekosistem," tutur Nico kepada Bisnis, dikutip Minggu (19/2/2023). 

Dia melanjutkan GOTO pada akhirnya menyadari untuk lebih memaksimalkan keunggulan yang mereka miliki dibandingkan kompetitor lainnya, yaitu ekosistem besar dan lengkap. Menurutnya, ekosistem yang dimiliki GOTO dapat memberikan multiplier effect kepada industri yang lain, sehingga hal ini menjadi salah satu sentimen yang positif.

Akan tetapi, Nico mengingatkan GOTO tidak bisa lengah karena inflasi masih belum terkendali sepenuhnya, yang berpotensi mendorong kenaikkan tingkat suku bunga lanjutan. Selain itu, perlambatan ekonomi global serta potensi resesi menjadi perhatian.

"Sejauh ini, kami yakin GOTO masih mampu bertahan untuk melakukan sebuah lompatan. Tetapi GOTO akan butuh waktu untuk berproses," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden unit bisnis Financial Technology GOTO Hans Patuwo menjelaskan salah satu cara GOTO untuk meningkatkan pendapatan di tengah masa penurunan beban adalah dengan memilih lini-lini bisnis yang memiliki profit margin tinggi. Menurutnya, lini bisnis tersebut akan diutamakan GOTO. 

"Karena semua layanan di goto, termasuk GoTo Financial, tidak semua layanan atau fitur kami menghasilkan pendapatan yang sama," ucap Hans di Jakarta, Kamis (16/2/2023). 

Salah satu contoh layanan unggulan di GoTo Financial adalah lending. Pada kuartal IV/2022 lalu, GOTO meluncurkan Gopay Cicil di Tokopedia. 

Hans menyebut sebagai produk lending, Gopay Cicil memiliki bouncing rate yang lebih efektif. Dengan hal itu, Gopay Cicil bisa menjadi salah satu produk, atau lini bisnis yang diutamakan GOTO tahun ini. 

"Dengan begitu pendapatan bisa meningkat, walau biaya tetap bisa ditegaskan," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper