Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tips Investasi saat Reksa Dana Berfluktuasi, Imbas The Fed & China

Investor bisa fokus dan disiplin pada perencanaan investasi dan keuangan termasuk reksa dana.
Artha Adventy
Artha Adventy - Bisnis.com 14 Februari 2023  |  14:59 WIB
Tips Investasi saat Reksa Dana Berfluktuasi, Imbas The Fed & China
Warga mengakses informasi tentang reksa dana di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja reksa dana dengan underlying saham maupun obligasi disebut terpengaruh beberapa sentimen. Dari global, sentimen hard landing versus soft landing ekonomi Amerika Serikat dan pembukaan kembali ekonomi Tiongkok setelah kebijakan zero Covid menjadi perhatian investor. 

Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi mengatakan dalam jangka pendek kinerja pasar investasi baik saham maupun obligasi dapat bervariasi dan berfluktuasi mengikuti sentimen pasar yang ada. 

“Harapan harapan jangka pendek dapat mendorong pasar naik, sedangkan kebalikannya ketakutan ketakutan jangka pendek bisa membuat harga aset terkoreksi,” katanya menjawab pertanyaan Bisnis, Selasa (14/2/2023). 

Eri menyebutkan pada awal tahun ada beberapa sentimen yang bercampur terutama probabilitas hard landing versus soft landing ekonomi Amerika dan pembukaan kembali ekonomi China

“Dinamika ini kami rasa akan masih berlanjut selama beberapa saat ke depan, terutama di sekitar pertamuan The Fed [FOMC] bulan Maret dan Mei,” jelasnya. 

Meski demikian, Eri menyebutkan bahwa saat ini investor tidak perlu melakukan hal khusus karena reksa dana dan situasi pasar yang dinamis dan fluktuatif. 

“Di tengah pasar yang dinamis dan fluktuatif, tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan oleh investor, selain semakin fokus dan disiplin pada perencanaan investasi dan keuangan yang sudah dibuat oleh investor,” kata Eri Kusnadi. 

Gejolak pasar jangka pendek terutama akibat sentimen fundamental ekonomi dalam negeri yang baik, kata Eri, dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan menambah investasi sesuai profil risiko.

“Selain itu dengan dasar perekonomian Amerika tahun ini, seharusnya kita bisa melihat akan tren pembalikan sentimen ke depannya. Saat ini kalau kami perhatikan sentimen regional dan global akan lebih dominan dalam jangka pendek, baik itu reopening Tiongkok serta kebijakan suku bunga serta data perekonomian Amerika,” jelasnya. 

Sebelumnya, laporan Infovesta Utama pada Senin (13/2/2023) menunjukkan kinerja reksa dana saham pada periode 6–10 Februari 2023 minus sebesar 0,46 persen. Reksa dana campuran minus sebesar 0,30 persen dan Reksa dana pendapatan tetap minus sebesar 0,03 persen. Sedangkan pada reksa dana pasar uang meningkat 0,08 persen.  

Sentimen penggerak pasar dalam sepekan terakhir, berdasarkan laporan Infovesta, dipengaruhi oleh rilis data PDB Indonesia pada kuartal IV/2022 yang mengalami peningkatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi reksa dana batavia prosperindo
Editor : Farid Firdaus

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top