Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Raja Kripto Hong Kong Siap Guyur Rp15,61 Triliun untuk Web3

Animoca Capital sedang dalam pembicaraan dengan calon investor dan akan menggunakan dana US$1 miliar untuk mendukung blockchain dan startup metaverse
Animoca Brands merupakan salah satu pemimpin blockchain di pasar kripto gaming Asia/Istimewa.
Animoca Brands merupakan salah satu pemimpin blockchain di pasar kripto gaming Asia/Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA – Sekalipun pasar kripto masih bergejolak, perusahaan blockchain asal Hong Kong Animoca Capital berniat mengumpulkan sekitar US$1 miliar atau setara Rp15,61 triliun pada kuartal I/2023 untuk investasi di Web3 dan metaverse.

Melansir Bloomberg, Kamis (5/1/2023), Animoca Capital sedang dalam pembicaraan dengan calon investor dan akan menggunakan dana itu untuk mendukung blockchain dan startup metaverse.

Rencana ekspansi tersebut diungkapkan salah satu pendiri yang juga pimpinan Animoca Brands, Yat Siu dalam diskusi via Twitter Spaces dengan Bloomberg di Hong Kong, pada Kamis.

Runtuhnya bursa FTX pada awal November lalu menjungkirbalikkan pasar kripto, memicu kebangkrutan dan penutupan di antara berbagai pemain industri.

Menurut Siu sekitar selusin perusahaan portofolio Animoca sangat terpengaruh oleh peristiwa tersebut, di luar penurunan pasar yang lebih luas. Portofolio mereka termasuk metaverse luar angkasa NFT Star Atlas, yang sebagian besar asetnya berada di platform perdagangan FTX milik Sam Bankman-Fried yang sekarang sudah tidak berfungsi.

“Untuk Animoca Capital, kuartal I adalah tujuannya dan mari kita lihat apa yang terjadi. Adil untuk mengatakan ini adalah pasar yang menantang. Tapi kami memiliki sedikit ketertarikan,’ kata Siu.

Dia menambahkan bahwa pasar yang goyah pada akhirnya bisa berarti menaikkan sedikit lebih rendah dari jumlah yang ditargetkan.

Pada November 2022, Direktur Animoca sempay mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Nikkei bahwa perusahaan berencana mengumpulkan hingga US$2 miliar untuk dana baru, yang akan dibentuk bersama dengan mantan eksekutif Morgan Stanley, Homer Sun.

Efek dari runtuhnya FTX dan perlambatan ekonomi global telah mempersulit penggalangan dana, tetapi Siu tetap optimis bahwa modal dan minat pada kripto tetap ada. Sejumlah anak perusahaan Animoca yang didukung Sequoia telah mengumpulkan uang bahkan melalui siklus FTX, kata Siu, tanpa mengungkapkan nama atau penilaian.

Menurut Siu, Animoca Brands, yang memiliki saham di lebih dari 380 perusahaan, tidak merencanakan penggalangan dana lebih lanjut untuk dirinya sendiri setelah menerima investasi Temasek pada September 2022.

Fokus Animoca adalah mengembangkan ekosistem perusahaan kripto pelengkap yang membangun Web3, teknologi yang banyak interaksi langsung antara pengguna dan penyedia layanan dan konten.

Adapun gejolak pasar telah memukul pendapatan Animoca karena penurunan harga aset digital. “Karena pendapatan kami didasarkan pada token, pendapatan keseluruhan dalam bentuk fiat juga akan terpengaruh,” jelasnya.

Seperti diketahui, pasar mata uang digital jatuh pada 2022, dipimpin oleh pengetatan likuiditas global, runtuhnya ekosistem Terra dan yang terbaru adalah kegagalan FTX dan Alameda Research dari Bankman-Fried. Aset kripto terbesar, Bitcoin, tenggelam lebih dari 61 persen selama setahun terakhir sementara koin kedua terbesar yakni Ether turun hampir 65 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper