Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI Akui Pertumbuhan IHSG Tahun Ini Kalah Dari Tahun Lalu, Cuma 4 Persen Saja

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pertumbuhan pada 2022 kalah dari tahun lalu.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan pasar modal akan melanjutkan geliat pada 2023, meskipun pertumbuhan pada 2022 cenderung melambat daripada 2021.

Sampai akhir perdagangan 29 Desember 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat 4,09 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan ini lebih rendah daripada 2021 ketika indeks komposit melesat 10,08 persen secara year to date (ytd).

Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan bahwa pertumbuhan IHSG yang melambat pada 2022 tidak terlepas dari pergerakan saham-saham movers yang sensitif terhadap tingkat suku bunga dan inflasi.

“Yang terlihat sepanjang 2022 inflasi naik signifikan hampir 5 persen, memang ini kombinasi monetary dan fiscal policy dan demand supply,” kata Iman.

Dia mengatakan struktur perdagangan saham di bursa saat ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan lima tahun lalu. Sebagaimana diketahui, komposisi investor asing dalam transaksi saat ini tersisa 30 persen, sementara investor lokal berkontribusi 70 persen.

BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) kembali tumbuh pada 2023, setelah pada 2022 menembus Rp14,72 triliun per 29 Desember 2022 atau lebih tinggi daripada posisi akhir 2021 senilai Rp13,39  triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi berpandangan IHSG menunjukkan performa yang cukup positif di tengah ketidakpastian perekonomian global. IHSG sendiri menjadi salah satu indeks dengan kenaikan tertinggi di Asia Tenggara.

“Kita hanya sedikit lebih rendah daripada Singapura pertumbuhannya. Kita lihat dalam setahun terakhir ada kalanya kita berada di atas Singapura,” kata Inarno dalam konferensi pers akhir tahun BEI, Kamis (29/12/2022).

Dia berpandangan kinerja pasar modal pada 2023 bakal melanjutkan perbaikan. Hal ini setidaknya terlihat dari minat perusahaan untuk menggalang dana melalui initial public offering (IPO) pada tahun depan yang masih tinggi.

Meski tidak memperinci secara gamblang potensi nilai emisi dari IPO 2023, Inarno mengatakan terdapat beberapa perusahaan dalam antrean atau pipeline yang akan menggalang dana dalam jumlah besar.

“Kalau dilihat perkembangan 2022, 2023 cukup baik. Di pipeline masih banyak perusahaan yang berminat untuk go public. Ada beberapa dengan emisi besar di pipeline kita,” ungkap Inarno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper