Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI Umumkan Harga Teoritis Saham BBTN Usai Rights Issue Rp1.355

Bursa Efek Indonesia mengumumkan harga teoritis saham BBTN pasca rights issue ialah Rp1.355 per unit.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia mengumumkan harga teoritis saham BBTN pasca rights issue ialah Rp1.355 per unit.

BEI menyebutkan harga teoritis adalah pembentukan harga saham baru setelah melakukan rights issue. Harga teoritis muncul karena harga saham mengalami penyesuaian posisi setelah penerbitan sejumlah saham baru dengan harga pelaksanaan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pada perdagangan sesi I, Jumat (23/12/2022) saham BBTN terparkir pada posisi Rp1.355. Adapun garga saham BBTN kemarin ditutup Rp1.405 atau menguat 0,72 persen pada tanggal cum date. 

Saham baru akan didistribusi ke investor berupa BBTN-R paling cepat 27 Desember atau sehari sebelum dimulainya perdagangan rights. Nilai saham BBTN akan berubah setelah mengeksekusi rights sesuai proporsi yang dimiliki. 

Periode exercise rights atau perdagangan rights akan berlangsung mulai 28 Desember hingga 5 Januari 2023. Adapun investor yang tidak mengesekusi rights, maka kehilangan kesempatan untuk membeli saham baru BBTN di harga Rp1.200.

Saham yang tidak dieksekusi ini bisa jadi akan dibeli oleh investor lain yang membutuhkan tambahan alokasi, diserap pembeli siaga atau opsi lainnya kembali masuk ke dalam portepel. 

Sebelumnya, Analis Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya menilai rights issue BBTN tetap menarik untuk diikuti karena harganya cukup murah. Menurutnya risiko untuk penurunan harga jauh lebih rendah dibandingkan potensi kenaikannya.

“Sebenarnya anomali ketika saham BBTN terkoreksi menjelang cum date rights issue. Namun, begitulah market, bisa bergerak di luar kebiasaan dan prediksi banyak analis. Rights issue BBTN kali ini bakal sukses karena mereka punya rekam jejak positif dalam melakukan aksi korporasi,” ungkapnya dalam riset, Rabu (21/12/2022).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper