Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pasar Menanti Rapat The Fed Pekan Depan, Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dolar AS

Pasar disebut masih mengantisipasi hasil rapat the Fed pekan depan. Hal ini membuat pasar masih waspada terhadap kemungkinan the Fed menaikkan suku bunga tinggi
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  09:30 WIB
Pasar Menanti Rapat The Fed Pekan Depan, Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dolar AS
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan Rabu (7/12/2022). Rupiah merosot ke level Rp15.620 pada pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, pukul 09.03 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi 0,02 persen atau 3 poin ke level Rp15.620,5 per dolar AS. Indeks dolar AS terpantau stagnan di level 105,58.

Bersamaan dengan rupiah, sejumlah mata uang Asia Pasifik juga menunjukan pelemahan terhadap dolar AS, seperti mata uang  rupee India turun 1 persen, yen Jepang turun 0,01 persen, dolar Hong Kong turun 0,08 persen, baht Thailand turun 0,05 persen, won Korea Selatan turun 0,02 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,02 persen.

Sementara itu, mata uang Asia yang justru menguat terhadap dolar AS pada hari ini adalah peso Filipina naik 0,50 persen, yuan China naik 0,17 persen, dan dolar Singapura naik 0,10 persen.

Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan rupiah kemungkinan dibuka melemah seiring dengan sentimen negatif pasar terhadap aset berisiko pagi ini. Selain itu, indeks saham Asia juga terlihat bergerak negatif.

Pasar juga disebut masih mengantisipasi hasil rapat the Fed pekan depan. Hal ini membuat pasar masih waspada terhadap kemungkinan the Fed menaikkan suku bunga tinggi.

“Pagi ini, data neraca perdagangan China bulan November yang diekspektasikan terjadi penurunan aktivitas ekspor dan impornya juga memberikan sentimen negatif ke pasar,” ujar Ariston dalam riset, Rabu (7/12/2022).

Menurut Ariston, rupiah berpeluang melemah ke level Rp15.650 pada perdagangan hari ini. Adapun potensi support di kisaran Rp15.580.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah dolar as Kebijakan The Fed Suku Bunga
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top