Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Emiten Pandu Sjahri (TOBA) Pertahankan Produksi Batu Bara di 3,5 Juta Ton 2023

Emiten Pandu Sjahrir, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengejar target produksi batu bara 3,5 juta ton pada 2023.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  17:46 WIB
Emiten Pandu Sjahri (TOBA) Pertahankan Produksi Batu Bara di 3,5 Juta Ton 2023
Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir - Istimewa / Dok. pribadi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten Pandu Sjahrir, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengejar target produksi batu bara 3,5 juta ton pada 2023.

Head of Corporate Strategy TBS Energi Utama Nafi Achmad Sentausa menyebutkan target produksi TOBA masih serupa dengan tahun ini. “Produksinya tahun 2023 antara 3-3,5 juta ton dalam setahun,” jelasanya dalam paparan publik, Kamis (1/12/2022).

Adapun, tujuan penjualan batu bara TOBA juga masih serupa untuk tahun ini dan 2021, di mana mayoritas ke China, India, dan juga Hong Kong karena pada 2022 sekitar 70 persen ke negara-negara itu. "Meskipun China dan India akan meningkatkan produksi, kebutuhan mereka akan tetap tinggi, jadi tujuan utama kami tetap di sana," jelasnya.

Sampai dengan kuartal III/2022, TOBA mencatatkan produksi sebanyak 1,9 juta ton, turun 10 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,1 juta ton. Namun demikian, pendapatan TOBA dari pertambangan batu bara naik 65 persen menjadi sebesar US$205,3 juta dari tahun sebelumnya US$124,3 juta. Adapun, Ebitda perseroan naik 230 persen dari US$26,4 juta ke US$87,1 juta.

 “Kenaikan pendapatan juga berasal dari kenaikan ASP pertambangan mencapai 83 persen,” paparnya.

Terkait positifnya kinerja keuangan yang ditopang dari sisi pertambangan dan penjualan batu bara serta ketenagalistrikan, Wakil Presiden Direktur TBS Pandu Patria Sjahrir mengatakan bahwa hal tersebut akan digunakan untuk berinvestasi kembali di bisnis hijau perusahaan.

"Kinerja keuangan yang positif dari TBS hingga kuartal ke-3 menjadi modal penting bagi Perseroan untuk melakukan reinvestasi pada dua pilar bisnis hijau yang kami miliki, yaitu energy terbarukan dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik," ungkap Pandu.

Pandu menambahkan TBS telah memiliki target pipeline sebesar 1GW hingga 2030 melalui pengembangan bisnis di sektor energi terbarukan yang melingkupi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTMH), bayu, biomassa, panel surya hingga waste to energy.

Saat ini Perseroan telah memulai tahap konstruksi satu proyek pembangkit listrik tenaga mini-hidro di Lampung dengan kapasitas sebesar 2x3 MW dan akan rampung sesuai target COD PLN di 2024.

Lebih lanjut Pandu mengatakan bahwa perkembangan di sisi pembangunan ekosistem kendaraan listrik melalui Electrum, perusahaan patungan antara TBS dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berada dalam momentum yang positif selama 1 tahun terakhir.

Perseroan menargetkan proses pembangunan fasilitas perakitan dan manufaktur motor listrik bisa dilakukan di tahun depan.

"Dari data yang berhasil dikumpulkan, hingga akhir tahun ini Electrum berhasil menempuh jarak hingga 4,5 juta kilometer melalui pilot project dengan kurang lebih 500 motor. Antusiasme yang tinggi di tengah-tengah masyarakat menjadi catatan penting bahwa adopsi penggunaan motor listrik untuk melengkapi gaya hidup sehat dalam bermobilisasi sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TBS Energi Utama Tbk. Pandu Sjahrir batu bara
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top