Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Summarecon Kebut Marketing Sales di Tengah Penjualan Rumah yang Koreksi

PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) tengah mengejar marketing sales sebelum akhir tahun di tengah penjualan rumah tapak yang terkoreksi.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 29 November 2022  |  18:45 WIB
Summarecon Kebut Marketing Sales di Tengah Penjualan Rumah yang Koreksi
Ilustrasi cluster Blue Crystal Residence - www.summareconmutiara.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) tengah mengejar marketing sales sebelum akhir tahun di tengah penjualan residensial yang terkoreksi 33 persen secara year-on-year (yoy).

Sekretaris Perusahaan SMRA Jemmy Kusnadi mengatakan perseroan tengah menggenjot penjualan untuk produk landed house pada semester II/2022. Penjualan residensial diperkirakan dapat berkontribusi lebih dari 70 persen terhadap total marketing sales.

“Kami perkirakan sampai akhir tahun produk rumah tapak ini akan berkontribusi lebih dari 70 persen terhadap total marketing sales,” ujar Jemmy kepada Bisnis pada Selasa (29/11/2022).

SMRA membukukan marketing sales sebesar Rp3,5 triliun hingga kuartal III/2022. Dengan demikian, maka SMRA telah mencapai 70 persen dari target marketing sales Rp5 triliun untuk tahun ini. 

Kontributor utama dari capaian marketing sales tersebut adalah produk rumah tapak. Produk itu telah mencapai target kontribusi hingga 70 persen dari capaian Rp3,5 triliun marketing sales pada kuartal III/2022.

Meski target marketing sales telah terpenuhi, tetapi penjualan rumah tapak SMRA terkoreksi. Pendapatan SMRA mencapai Rp4,21 triliun pada kuartal III/2022. Angka ini naik 11,13 persen secara year-on-year (yoy) dimana SMRA membukukan pendapatan Rp3,78 triliun pada tahun 2021.

Pendapatan SMRA dari pengembang properti tercatat menurun 6,36 persen menjadi Rp2,66 triliun, properti investasi meningkat 75,32 persen menjadi Rp1,05 triliun, lain-lain meningkat 43,35 persen menjadi Rp500,02 miliar.

Adapun pendapatan dari pengembang properti menjadi kontributor terbesar bagi SMRA dengan nilai mencapai Rp2,66 triliun. Segmen rumah dalam kategori pengembang properti juga berkontribusi besar dengan nilai Rp1,31 triliun.

Meski demikian, pendapatan dari segmen rumah tercatat menurun 33 persen dari Rp1,95 triliun menjadi Rp1,31 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

summarecon agung smra perumahan Kinerja Emiten
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top