Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 29 November 2022

Para analis hari ini merekomendasikan saham BBCA, ITMG, UNVR, ASII, BBRI, HMSP, SMRA, BBNI, PTBA dan AKRA.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 29 November 2022  |  15:04 WIB
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 29 November 2022
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (29/11/2022).

Kemarin (28/11/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 35 poin atau 0,51 persen ke level 7.017. Sektor teknologi, infrastruktur, transportasi & logistik, basic materials, finansial, energi, cosumer cyclicals bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memaparkan, IHSG akan dipengaruhi sentimen global, termasuk China yang terus mencatatkan rekor kasus Covid-19 harian keempat berturut-turut sebesar 40 ribuan kasus baru pada 26 November 2022.

“Yang menjadi perhatian yaitu seberapa cepat transmisinya sebagaimana hal ini tentunya dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah,” tulis Nico dalam riset harian, Selasa (29/11/2022).

Adapun aksi protes warga sipil terhadap kebijakan zero Covid di China sudah menyebabkan penurunan harga komoditas minyak ke level terendah sejak 2021 sebagaimana China merupakan pengguna komoditas terbesar di dunia. Pasar saham pun kembali diselumuti kekhawatiran investor.

Nico memprediksi berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari ini berpotensi melemah terbatas pada rentang 6.900–7.100. Pilarmas Sekuritas merekomendasikan saham BBNI dengan support dan resistensi 9.125-9.457, saham HMSP pada 955-1.040, dan saham PTBA pada 6.610-6.780.

Secara terpisah CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan perkembangan gerak IHSG masih menunjukkan pola tekanan terbatas karena minimnya sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG.

“Sementara itu, momentum tekanan merupakan momentum berharga bagi investor jangka menengah dan panjang dikarenakan harapan akan kondisi yang kian membaik hingga akhir tahun,” jelas dia.

William memprediksi IHSG hari ini berpotensi bergerak sideways pada kisaran 7011 – 7157. Saham-saham yang bisa dicermati investor antaralain BBCA, ITMG, UNVR, ASII, BBRI, HMSP, SMRA, dan AKRA.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

15:01 WIB

IHSG ditutup turun 0,8 persen

IHSG melemah 0,08 persen atau 5,2 poin ke 7.012,06 pada akhir perdagangan hari ini.

Sebanyak 238 saham menguat, 274 saham melemah, dan 191 saham stagnan. 

13:40 WIB

Masuk sesi II, IHSG masih loyo

Masuk ke sesi II perdagangan, IHSG masih loyo dengan melemah 0,16 persen atau 11,12 poin ke 7.006,22. 

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.990,90-7.036,53. 

12:03 WIB

Sesi I, IHSG turun 0,15 persen

IHSG turun 0,15 persen atau 10,77 poin ke level 7.006,58 pada akhir perdagangan sesi pertama. 

Sebanyak 218 saham menguat, 267 saham melemah, dan 199 saham stagnan. 

10:46 WIB

IHSG turun 0,09 persen

IHSG melemah 0,09 persen atau 6,04 poin ke 7.011,31 pada 10.49 WIB.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.990,90-7.036,53. 

09:05 WIB

IHSG dibuka merah

IHSG dibuka melemah 0,05 persen atau 3,50 poin ke 7.013,85 pada awal perdagangan hari ini.

Sebanyak 177 saham menguat, 91 saham melemah, dan 238 saham stagnan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG penggerak ihsg ihsg hari ini rekomendasi saham
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top