Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Incar Transaksi GTV Rp619 Triliun, di Atas Ekspektasi Analis

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berpotensi mencetak gross transaction value (GTV) sebesar Rp619 triliun sampai akhir tahun ini atau meningkat 34 persen.
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berpotensi mencetak gross transaction value (GTV) sebesar Rp619 triliun sampai akhir tahun ini atau meningkat 34 persen dibandingkan tahun lalu.

Chief Financial Officer GOTO Jacky Lo menuturkan GOTO untuk proyeksi tahun penuh 2022, GOTO memperkirakan gross transaction value (GTV) grup di antara Rp613 triliun hingga Rp619 triliun, setara dengan 33 persen hingga 34 persen pertumbuhan.

Sementara itu, untuk pendapatan kotor, GOTO memperkirakan akan mampu meraup pendapatan kotor antara Rp22,6 triliun hingga Rp23 triliun atau 33 persen hingga 35 persen pertumbuhan secara tahunan atau year on year (yoy).

"Prioritas utama kami tetap tidak berubah, dan itu adalah mempercepat rentang waktu profitabilitas. Kami memperkirakan dapat melihat perbaikan yang berkelanjutan dalam margin kontribusi dan EBITDA yang disesuaikan di kuartal-kuartal mendatang," tuturnya.

Jacky menjelaskan tiga tahun ke belakang ini telah menunjukkan betapa tidak terprediksinya masa depan. Dengan latar tidak menentunya situasi geopolitik dan makro ekonomi, rintangan setelah Covid-19 dan rasionalisasi pasar, GOTO memperkirakan pertumbuhan akan berjalan moderat.

"Fokus kami pada keberlanjutan penjualan tanpa mengandalkan modal tambahan dari eksternal," kata Jacky, dikutip Rabu (22/11/2022).

Dalam paparan kinerja, GOTO melapokan nilai GTV sebesar Rp 161 triliun hanya pada kuartal III-2022 atau meningkat 33 persen dibanding tahun lalu.

Peningkatan tersebut juga diiringi dengan kenaikan pendapatan kotor yang mencaai Rp5,9 triliun di saat yang sama. Sebagai catatan, pendapatan kotor GOTO naik Rp385 miliar dalam satu kuartal terakhir.

Pada kuartal ini, GOTO juga mencatatkan efisiensi biaya promosi, penjualan, dan pemasaran dibandingkan kuartal sebelumnya. Mengutip laporan keuangan terbarunya, jumlah beban promosi kepada pelanggan, penjualan, dan pemasaran keseluruhannya membaik 6,1 persen dibanding kuartal kedua. Beban umum dan administrasi juga berhasil digunting sebanyak 9,6 persen menjadi Rp2,9 triliun.

Associate Director Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus melihat adanya peningkatan total nilai transaksi yang tumbuh cukup signifikan sebesar 33 persen dibanding tahun lalu. Begitu juga dengan margin kontribusi group pada kuartal III/2022 yang meningkat 41persen dibanding kuartal lalu.

Menurut Maximilianus, pertumbuhan GTV GOTO adalah pertumbuhan yang berkualitas karena berhasil diraih di saat manajemen memangkas biaya promosi dan insentif. Hal ini juga menunjukkan loyalitas pelanggan GOTO. Mereka tetap bertransaksi di platform, meski promosi sudah berkurang.

“Loyalitas pelanggan juga terlihat dari pengguna bertransaksi selama 12 bulan terakhir yang tumbuh 20 persen dibanding tahun lalu. Rata rata belanja per user juga meningkat sebanyak 18 persen, dan jumlah transaksi tumbuh 28 persen secara year-on-year,” katanya.

Analis MNC Sekuritas Andrew Sebastian Soesilo menambahkan ada kemungkinan kinerja GOTO sepanjang tahun 2022 akan melampaui ekspektasi analis.

Berdasarkan estimasi konsensus, GOTO diperkirakan mencetak pendapatan bersih sebesar Rp9,2 triliun, sedangkan pendapatan GOTO hingga September sudah hampir mencapai Rp8 triliun. Secara sederhana pendapatan bersih per kuartal mencapai Rp2,7 triliun.

“Artinya dari sisi top line, GOTO berpotensi mencetak pendapatan bersih hampir Rp 11 triliun atau 16 persen lebih tinggi dari perkiraan analis,” kata Andrew.

Kemudian dari sisi operasional, berbagai langkah efisiensi yang diambil yang sudah terbukti dari konsistensi perbaikan EBITDA secara beruntun juga menjadi katalis lain yang dapat membuat kinerja keuangan GOTO lebih baik dari perkiraan analis.

“Kombinasi antara strategi pertumbuhan dari sisi top line dan efisiensi operasional pada akhirnya dapat membuat GOTO mencapai profit lebih cepat,” kata Andrew.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper