Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Emiten Grup Panin (PNIN) Laba Rp1,5 Triliun

PNIN meraup laba bersih Rp1,52 triliun dalam sembilan bulan tahun 2022, atau naik 94,8 persen dibandingkan kuartal III/2021.
Artha Adventy
Artha Adventy - Bisnis.com 23 November 2022  |  06:58 WIB
Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Emiten Grup Panin (PNIN) Laba Rp1,5 Triliun
Paninvest (PNIN) - Ilustrasi.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Grup Panin, PT Paninvest Tbk. (PNIN) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 94,8 persen secara tahunan hingga kuartal III tahun 2022.

Berdasarkan laporan keuangan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (23/11/2022), PNIN meraup laba bersih Rp1,52 triliun dalam sembilan bulan tahun 2022, atau naik 94,8 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat Rp784,23 miliar.

Angka tersebut menyebabkan laba per saham dasar ikut naik ke level Rp375,6 jika dibandingkan dengan akhir September 2021 yang berada di level Rp192,77.

Emiten yang sahamnya disebut menjadi salah satu koleksi oleh Lo Kheng Hong ini memantapkan pendapatan di angka Rp2,68 triliun, naik sebesar 35,3 persen. Angka ini disokong oleh keuntungan belum dijual dari efek dan reksadana sebesar Rp673,53 miliar.

Kondisi ini membaik dibanding periode sama tahun 2021 yang mencatat potensi rugi dari efek dan reksa dana Rp234,24 miliar.

Namun, pendapatan premi terkikis 3,66 persen menjadi Rp1,497 triliun. Senasib, hasil investasi melorot 15,51 persen menjadi Rp441,33 miliar. Bahkan keuntungan penjualan efek amblas 53,3 persen menjadi Rp56,752 miliar.

Walau total klaim dan manfaat serta beban lain lain bengkak 5,2 persen menjadi Rp1,70 triliun, laba sebelum bagian atas laba entitas asosiasi melonjak 170,7 persen menjadi Rp980,7 miliar. Sedangkan bagian atas laba entitas asosiasi tumbuh 6,9 persen menjadi Rp1,111 triliun. Sehingga laba sebelum pajak penghasilan naik 49,3 persen menjadi Rp2,09 triliun.

Sementara itu, dana investasi peserta berkurang 1,04 persen dibanding akhir tahun menjadi Rp37,7 triliun. Adapun dana tabarru meningkat 16,6 persen menjadi Rp16,036 triliun. Sehingga total dana peserta tumbuh 3,4 persen menjadi Rp53,736 triliun.

Lebih lanjut, total liabilitas PNIN tercatat sebesar Rp4,34 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp31.05 triliun. Sedangkan aset PNIN tercatat Rp35,45 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panin paninvest lo kheng hong laporan keuangan
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top