Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Antam (ANTM) Gandeng CNGR Bangun Kawasan Hilirisasi Bijih Nikel

Antam (ANTM) melakukan penandatangan Framework Agreement (FA) dengan CNGR Hong Kong Material Science & Technology.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 November 2022  |  18:38 WIB
Antam (ANTM) Gandeng CNGR Bangun Kawasan Hilirisasi Bijih Nikel
Kantor Unit Bisnis Pertambangan Nikel PT Aneka Tambang Tbk. di Desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. - Bisnis/Akhirul Anwar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –  Emiten tambang pelat merah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menegaskan kerja samanya dengan perusahaan tambang asal Hong Kong, CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd.

Keduanya melakukan penandatangan Framework Agreement (FA) untuk menindaklanjuti Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreement) pembangunan dan pengembangan kawasan industri hilirisasi bijih nikel menjadi bahan baku baterai yang sebelumnya ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 5 Agustus 2022.

Penandatanganan FA dilakukan oleh Deng Weiming selaku Chairman dan President CNGR dan Nico Kanter selaku Direktur Utama ANTM pada event B20 Investment Forum.

Dalam perjanjian tesebut, emiten bersandi ANTM itu melalui anak perusahaannya PT Kawasan Industri Antam Timur (PT KIAT) akan membangun dan mengelola kawasan industri di area Izin Usaha Pertambangan ANTAM di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, CNGR melalui anak perusahaannya PT Pomalaa New Energy Material (PT PNEM) akan mengembangkan fasilitas pengolahan bijih nikel laterit menjadi nickel matte yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik dengan menggunakan teknologi OESBF (oxygen-enriched side-blown furnace) yang dimiliki oleh CNGR. Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 80.000 ton nikel dalam produk nickel matte yang terbagi dalam dua fase pembangunan.

PT PNEM selanjutnya akan menjadi tenant pada kawasan industri yang dikelola oleh PT KIAT. Dalam sinergi ini, masing-masing CNGR dan ANTAM juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham di masing-masing anak usaha yaitu PT PNEM dan PT KIAT.

Adapun, pembangunan kawasan industri dan fasilitas pengolahan nikel direncanakan akan rampung dan mulai beroperasi pada 2025. Sejalan dengan penyelesaian pembangunan smelter PT PNEM, Antam akan mendukung suplai kecukupan bahan baku pabrik bijih nikel laterit.

Melalui penandatangan framework agreement tersebut, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk nikel serta mendukung pengembangan penerapan energi hijau berbasis EV Battery melalui sinergi penerapan keunggulan teknologi dan sumber daya yang dimiliki oleh kedua belah pihak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antm indah kiat bijih nikel Indonesia Battery Holding
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top