Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih Smartfren (FREN) Meroket Jadi Rp1,6 Triliun, Cuan dari Moratelindo

Smartfren (FREN) tercatat melakukan investasi saham pada PT Nuri Gaya Citra dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) alias Moratelindo.
Karyawan melayani pengunjung gerai Smartfren di Jakarta, Rabu (7/9/2022).Bisnis/Abdurachman
Karyawan melayani pengunjung gerai Smartfren di Jakarta, Rabu (7/9/2022).Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi Grup Sinarmas PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) berhasil mengubah rugi menjadi laba bersih secara signifikan hingga kuartal III/2022.

Berdasarkan laporan keuangan, dikutip Kamis (10/11/2022), emiten berkode saham FREN ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp8,28 triliun hingga kuartal III/2022. Pendapatan usaha ini meningkat 8,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,64 triliun.

Pendorong dari pendapatan usaha ini adalah pendapatan dari jasa telekomunikasi, yakni pendapatan data senilai Rp7,42 triliun. Sementara itu, pendapatan nondata FREN adalah sebesar Rp211,5 miliar, jasa interkoneksi sebesar Rp215,8 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp435,3 miliar.

Dengan beban usaha yang meningkat menjadi Rp7,85 triliun hingga kuartal III/2022, FREN mencetak laba usaha senilai Rp436,5 miliar.

Laba bersih FREN juga tercatat ikut naik menjadi Rp1,64 triliun, berbalik dari rugi bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp441,7 miliar. Bahkan, laba bersih ini jauh melampaui capaian semester I/2022 yang sebesar Rp54,6 miliar atau melesat 2.908 persen secara kuartal ke kuartal (quarter-on-quarter).

Penyebabnya, yakni keuntungan dari investasi dalam saham yang mencapai Rp1,62 triliun. Di periode yang sama tahun lalu, keuntungan FREN dari investasi dalam saham ini hanya Rp88,35 miliar.

Dalam laporan keuangannya, FREN menjelaskan melakukan investasi saham pada PT Nuri Gaya Citra dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) alias Moratelindo.

FREN tercatat melakukan penyertaan saham pada MORA melalui entitas anak Smartel, yang ditandatangani pada Mei 2021 dan melakukan penyetoran modal sebesar Rp360 miliar. Dengan penyetoran modal ini, Smartel memiliki 20,5 persen kepemilikan saham pada Moratel.

Pada Desember 2021, Moratel melakukan peningkatan modal dan Smartel melakukan penyertaan saham kembali pada Moratel sebesar Rp298 miliar. Penambahan modal tidak berdampak pada 20,5 persen kepemilikan Smartel di Moratel.

Lalu pada Agustus 2022, Moratel melakukan penawaran umum perdana ke masyarakat. FREN tidak ikut berpartisipasi pada penawaran ini, sehingga kepemilikan FREN atas saham Moratel menjadi 18,32 persen.

Adapun hingga akhir September 2022 FREN mencatatkan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp8,2 triliun, dengan kas bersih yang diterima dari aktivitas operasi senilai Rp3,4 triliun.

FREN mencatatkan kas bersih untuk aktivitas investasi senilai minus Rp2,03 triliun. Sementara itu, kas dan setara kas FREN di akhir periode adalah sebesar Rp327,16 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper