Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PTBA dan China Huadian Garap Proyek Jumbo PLTB 1.300 MW, Berapa Investasinya?

PTBA dan China Huadian akan mengembangkan PLTB berkapasitas 1.300 MW dengan nilai investasi triliunan.
Artha Adventy
Artha Adventy - Bisnis.com 04 November 2022  |  06:19 WIB
PTBA dan China Huadian Garap Proyek Jumbo PLTB 1.300 MW, Berapa Investasinya?
PTBA dan China Huadian akan mengembangkan PLTB berkapasitas 1.300 MW dengan nilai investasi triliunan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten anggota Holding BUMN tambang, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan China Huadian Corporation berkolaborasi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Sebelumnya, PTBA dan China Huadian sudah berkolaborasi dalam pengembangan PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2x620 MW, dengan nilai investasi mencapai US$1,68 miliar atau sekitar Rp25 triliun.

Direktur utama PTBA Arsal Ismail mengatakan melalui kerjasama ini, PTBA dapat memperoleh pengalaman dalam pengembangan PLTB sekaligus berkontribusi pada konservasi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, PTBA juga ingin mempercepat pengembangan EBT di Indonesia.

“Kerja sama dengan CHD ini merupakan salah satu langkah PTBA untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Hal ini sejalan juga dengan target Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau sebelumnya," katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, Rabu (2/11/2022).

PTBA melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan China Huadian Corporation pada pengembangan PLTB berkapasitas 1.3000 MW di China Selatan dan pengembangan energi terbarukan lainnya di Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur China Huadian Overseas Investment Co.,Ltd. (CHDOI) Fang Zheng dan Presiden Direktur Huadian Guangxi Energy Co.,Ltd. (CHDGX) Duan Xi Ming menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik rencana pengembangan PLTB bersama dengan PTBA di China dan rencana bersama untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia.

“Seperti sebelumnya, kerja sama dengan PTBA telah terjalin dengan baik dalam pembangunan PLTU Sumsel-8. Kami berharap rencana kerja sama ini dapat berjalan lancar seperti yang diharapkan dengan dukungan dari Pemerintah China dan Pemerintah Indonesia," kata Fang Zheng.

Menarik mengetahui potensi nilai investasi dari proyek jumbo PLTB. Sebagai perbandingan, pengembangan PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan menelan biaya investasi US$1,8 juta per MW. Artinya, jika mengalikan dengan 1.300 MW, maka nilai investasi PLTB 1.300 MW bisa mencapai Rp36,27 triliun.

Selain melakukan aksi tersebut, komitmen PTBA dalam pengembangan EBT juga terlihat dari beberapa kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pengembangan beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Melalui kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero), PTBA membangun PLTS berkapasitas 241 kilowatt-peak (kWp) di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). PLTS ini sudah beroperasi penuh sejak Oktober 2020.

PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan-jalan tol. Pada 21 September 2022 lalu, PLTS berkapasitas 400 Kilowatt-peak (kWp) di Jalan Tol BaliMandara telah selesai dibangun dan diresmikan.

Kemudian dalam acara SoE International Conference 2022 di Bali pada 18 Oktober 2022, PTBA menjajaki potensi kerja sama pengembangan PLTS di lokasi operasional Semen Indonesia Group (SIG).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptba bukit asam ebt pembangkit listrik BUMN
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top