Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kelola Reksa Dana Paling Cuan, Panin AM Sarankan Investor Diversifikasi Aset

Panin AM yang mengelola sejumlah reksa dana dengan kenaikan tertinggi sepanjang 2022 memberikan sejumlah tips investasi di tengah tren suku bunga tinggi.
Panin AM yang mengelola sejumlah reksa dana dengan kenaikan tertinggi sepanjang 2022 memberikan sejumlah tips investasi di tengah tren suku bunga tinggi. Bisnis/Himawan L Nugraha
Panin AM yang mengelola sejumlah reksa dana dengan kenaikan tertinggi sepanjang 2022 memberikan sejumlah tips investasi di tengah tren suku bunga tinggi. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Panin Asset Management menyarankan investor melakukan diversifikasi aset di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang telah mencapai 100 basis poin per Oktober 2022.

Panin Asset Manajemen per 21 Oktober 2022 mencetak dua reksa dana dengan return tertinggi sepanjang 2022. Kedua reksa dana tersebut yakni produk reksa dana saham Panin Dana Ultima yang return naik 54,56 persen dan produk reksa dana campuran Panin Dana Bersama yang tumbuh 55,2 persen.

Selain itu, di jajaran reksa dana saham, Panin juga mengisi posisi kedua dan keempat return tertinggi yakni untuk produk Panin Dana Maksima yang tumbuh 48,87 persen dan Panin Dana Teladan yang tumbuh 28,75 persen.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengungkapkan investor sebaiknya melakukan diversifikasi aset sehingga dapat memaksimalkan keutungan di tengah tekanan suku bunga yang berdampak terhadap seluruh jenis reksa dana.

"Idealnya investor melakukan diversifikasi. Harganya turun [reksa dana pendapatan tetap] bukan berarti dihindari, bisa juga berarti harga obligasi yang menjadi aset dasar reksa dana pendapatan tetap semakin murah," jelasnya kepada Bisnis, Senin (24/10/2022).

Kendati demikian, Rudiyanto menilai reksa dana saham juga bisa menjadi pilihan karena perkiraan harga wajar IHSG pada 2023 berkisar 8.100-8.200.

Lebih jauhnya, idealnya seorang investor melakukan diversifikasi aset antara 40 persen-70 persen dialokasi untuk jenis reksa dana sesuai profil, kemudian sisanya ke jenis reksa dana lainnya.

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan BI telah berdampak terhadap ketiga jenis reksa dana utama sejak September 2022.

"Reksa dana yang berbasis obligasi seperti reksa dana Pendapatan Tetap dan Campuran, bahkan pasar uang juga terdampak turun sejak September," katanya.

Sementara itu, reksa dana saham mengalami kenaikan sesuai dengan harga aset dasarnya. Apalagi sejumlah emiten yang mendapatkan berkah kinerja pada tahun ini.

Menjelang akhir tahun, dia tidak menampik akan adanya aksi window dressing yang memang selalu terjadi di pasar modal dan berdampak ke IHSG. Sementara di obligasi masih belum menentu, mengingat tekanan suku bunga masih akan berlanjut.

"Mengingat kondisi suku bunga yang ketat, kenaikan saham akan lebih selektif di saham dengan fundamental yang baik," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper