Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ICDX Tegaskan Peran Bursa Maksimalkan Ekspor Timah

ICDX saat ini bekerja sama dengan Lembaga Kliring atau Indonesia Clearing House (ICH), sehingga transaksi oleh pembeli melalui lembaga kliring tercatat jelas.
Logo Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX)/ Bloomberg
Logo Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX)/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) menegaskan pentingnya peran bursa berjangka dalam perdagangan komoditas agar harga timah Indonesia tetap bisa bersaing dengan harga timah dunia, sehingga Indonesia bisa menjadi penentu harga global.

Wakil Direktur Research and Development ICDX Isa Djohari mengatakan, dengan regulasi yang ada sekarang serta peran bursa berjangka sejak 2013, yang ingin dicapai adalah mengusahakan harga timah itu stabil.

“Karena di bursa transaksi transparan dan melalui sistem lelang sesuai dengan aturan yang ada agar bisa terjadi pembelian langsung dari negara end usernya, dengan pembelian oleh end user, penerimaan hasil ekspor maksimal,” kata Isa dalam Tin Conference ICDX, Rabu (19/10/2022).

Selain itu, ICDX saat ini bekerja sama dengan Lembaga Kliring atau Indonesia Clearing House (ICH), sehingga transaksi oleh pembeli melalui lembaga kliring tercatat jelas dan lengkap.

“Dengan demikian penerimaan negara dari pajak dan non pajak bisa meningkat dan dengan mekanisme yang ada di bursa bisa mengurangi risiko gagal bayar,” jelasnya.

Isa menjelaskan, sebelum adanya bursa, data ekspor detail sulit didapatkan terutama data per transaksi. Dengan transaksi lewat bursa, dan pelacakan perdagangan lebih mudah dilakukan dan devisa hasil ekspor juga tercatat di ICH dari 2013 sampai 2022 yang terjadi hingga September 2022 ini dilaporkan.

Pada 2022, sampai dengan September 2022, transaksi mencapai US$785,86 juta pada 2022 berjalan. Ekspor timah sampai September 2022 mencapai 22,729 metrik ton atau naik 2,92 persen yoy.

Adapun, dengan peningkatan pemanfaatan pusat logistik berikat, mencapai 20 persen, ekspor ke China ini ada 47,59 persen, ke Singapura 22,5 persen, ke India 12,2 persen, ke Malaysia 2,99 persen, Korsel 3,39 persen, Taiwan 1,77 persen, Vietnam 1,11 persen, Belanda 1,22 persen, dan ke Belgia mencapai 1,32 persen.

Selain itu, dengan diperdagangkan di bursa, menujukkan bahwa harga timah yang terjadi di ICDX itu selalu sejalan dengan harga timah dunia.

“Kalau dulu sebelum ada bursa terus ekspor timah informasi yang kita dapatkan harga di Indonesia jauh lebih rendah dari yang ada di global. Artinya terhadap penerimaan penjual timah di Indonesia jadi lebih rendah,” tambahnya.

Dengan mengikuti aturan pemerintah, harga di ICDX bisa sejalan dengan harga di LME, bahkan kadang lebih tinggi.

“Jadi menurut bursa timah, harga timah indonesia menjadi standar dengan harga internasional. Dampaknya adalah pertimahan indonesia jadi optimal. Ini adalah pencapaian dari upaya bersama dari bursa, pemerintah dan industri timah” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper