Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Grup Austindo (ANJT) Catat Pertumbuhan Penjualan Edamame 178,5 Persen

Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) memacu penjualan edamame, khususnya untuk pasar ekspor.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Oktober 2022  |  12:41 WIB
Grup Austindo (ANJT) Catat Pertumbuhan Penjualan Edamame 178,5 Persen
Edamame, salah satu produk Grup PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), anak perusahaan dari PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) yang bergerak di sektor sayuran, memacu pengembangkan edamame untuk kebutuhan ekspor.

Sinergi antara GMIT dan pemerintah daerah untuk pengembangan edamame sebagai komoditi ekspor andalan Jember menjadi pembahasan utama.

Direktur Utama Gading Mas Indonesia Teguh Imam Wahyudi menerangkan telah lama hadir di tengah masyarakat Kabupaten Jember untuk memberdayakan para petani melalui program kemitraan budidaya edamame dan menyediakan lapangan pekerjaan lebih dari 539 karyawan dan lebih dari 5.000 tenaga kerja di seluruh rantai pasok.

“Komitmen kami dalam pemberdayaan petani juga dengan memberikan pembekalan penyuluhan dan praktek agronomi terbaik dari tim GMIT mulai dari pengolahan tanah, penanaman, perawatan, hingga proses panen," jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/10/2022).

Selain itu, melalui proyek Responsible Development (pengembangan yang bertanggungjawab) GMIT, mendorong dan memberdayakan UMKM masyarakat di sekitar lokasi Pabrik agar dapat menghasilkan produk yang inovatif dari kedelai edamame dengan memberikan pelatihan kepada 13 orang tenaga kerja wanita yang diberi nama Kampung Edamame.

"Produk yang dihasilkan saat ini adalah camilan edamame renyah (Crispy Edamame), camilan pia isi edamame, dan rempeyek" jelas Imam.

Bupati Jember Hendy Siswanto merespon positif kontribusi serta komitmen perusahaan terhadap daerah Jember.

“Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GMIT, karena bisa rekrut tenaga kerja, semua dari Jember,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menaruh harapan bagi GMIT agar hubungan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Jember dan GMIT dapat terjalin lebih kuat, terutama dalam hal dukungan untuk mempromosikan edamame sebagai salah satu komoditi andalan Jember.

Saat ini, kapasitas terpasang produksi pabrik pengolahan sayuran beku GMIT mencapai 6.000 ton per tahun dan pencapaian produksi masih akan terus ditingkatkan sejak beroperasi secara komersial di tahun 2021 ini.

Sebelum merambah pasar ekspor, GMIT telah memproduksi edamame segar dan edamame beku dengan merek Edashi yang dipasarkan di dalam negeri, seperti di Bali, Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Tengah.

Pendapatan dari penjualan edamame semester pertama I/2022 adalah sebesar US$657.100, naik sebesar 178,5 persen dari US$235.9000 di periode yang sama tahun 2021. Kenaikan tersebut disebabkan lebih tingginya volume penjualan edamame segar dan beku dan harga jual edamame beku.

"Potensi ekspor sayuran beku ini masih sangat besar. Tidak hanya edamame yang dapat kita ekspor, namun juga komoditas sayuran beku lain, seperti Okra, juga memiliki pasar ekspor yang dapat kita kembangkan," jelas Imam.

GMIT merupakan anak perusahaan Grup ANJ yang bergerak di bidang sayuran beku dengan produk unggulan edamame, kacang kedelai Jepang yang mengandung protein, dan antioksidan tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anjt austindo pt austindo nusantara jaya Kinerja Emiten kedelai edamame
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top