Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Austindo (ANJT) Yakin Produksi CPO 2022 Sesuai Target 280.000 Ton

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) optimistis mencapai target produksi CPO pada 2022 yang cenderung meningkat.
Jajaran Direksi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) dalam acara paparan publik, Rabu (8/6/2022). ANJT optimistis mencapai target produksi CPO pada 2022 yang cenderung meningkat.
Jajaran Direksi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) dalam acara paparan publik, Rabu (8/6/2022). ANJT optimistis mencapai target produksi CPO pada 2022 yang cenderung meningkat.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) optimistis target pertumbuhan produksi minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) bisa mencapai target sampai akhir 2022. Perusahaan membidik kenaikan produksi sebesar 7 persen dengan volume total 280.000 ton.

Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya Lucas Kurniawan mengatakan total realisasi produksi CPO per Agustus 2022 mencapai 179.335 ton dengan tren produksi memperlihatkan kenaikan. Produksi bulanan pada Januari 2022 tercatat mencapai 19.213 ton dan di Agustus 2022 menyentuh 25.495 ton.

Volume tersebut naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, yaitu Januari 2021 sebanyak 17.827 ton menjadi 23.348 ton pada Agustus 2021.

“Kami optimistis produksi CPO pada 2022 akan mencapai target yang telah kami tetapkan,” kata Lucas dalam jawaban tertulis kepada Bisnis, Rabu (12/10/2022).

Dari segi permintaan, Lucas meyakini bahwa permintaan terhadap CPO akan tetap tinggi karena kondisi cuaca yang masuk ke kondisi La Nina selama 3 tahun berturut-turut. Dia menyebutkan kondisi cuaca ini akan memengaruhi produksi minyak nabati lain seperti minyak kedelai.

Adapun untuk proyeksi produksi pada 2023, Lucas menyebutkan kebun ANJT memiliki potensi pertumbuhan dari perkebunan yang berlokasi di Papua Barat dan Kalimantan Barat. Peluang pertumbuhan produksi juga datang dari perkebunan yang baru menghasilkan dari program penanaman kembali di Sumatra Utara I dan Pulau Belitung.

“Dalam lima tahun ke depan, kami memproyeksikan pertumbuhan produksi dan penjualan CPO dengan pertumbuhan rata-rata (CAGR) sebesar 6 persen per tahun,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, ANJT membukukan laba bersih sebesar US$19,3 juta pada semester I/2022. Angka tersebut naik 66,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

Kenaikan laba bersih ANJT sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan. Selama paruh pertama 2022, ANJT membukukan pendapatan sebesar US$144,1 juta, naik 19,7 persen dibandingkan dengan semester I/2021.

Secara terperinci, pendapatan ANJT didominasi oleh penjualan CPO dan PK dengan kontribusi sebesar 98,8 persen terhadap total pendapatan perusahaan atau sebesar US$142,3 juta, naik daripada US$119,4 juta atau 99,2 persen pada periode yang sama tahun 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper