Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekspor CPO Melesat, Austindo (ANJT) Fokus ke Pasar Domestik

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) masih fokus memenuhi kebutuhan CPO pasar domestik, meskipun ekspor CPO Indonesia melesat sepanjang 2022.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Oktober 2022  |  11:20 WIB
Ekspor CPO Melesat, Austindo (ANJT) Fokus ke Pasar Domestik
Jajaran Direksi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) dalam acara paparan publik, Rabu (8/6 - 2022). ANJT masih fokus memenuhi kebutuhan CPO pasar domestik, meskipun ekspor CPO Indonesia melesat sepanjang 2022.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) belum mempertimbangkan untuk memulai ekspor CPO pada 2022, meski data nasional memperlihatkan aktivitas penjualan ke luar negeri komoditas tersebut mulai meningkat.

“Saat ini kami masih terus memonitor perkembangan pasar ekspor termasuk dengan peraturan pemerintah yang terkait. Namun hingga akhir 2022, kami menargetkan untuk menjual seluruh CPO kami di pasar domestik,” kata Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya Lucas Kurniawan, Rabu (12/10/2022).

CFO ANJT Nopri Pitoy sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan sempat melakukan ekspor CPO. ANJT juga memiliki tangki sewaan penyimpan CPO di wilayah Dumai, Riau khusus untuk kebutuhan ekspor.

Namun, perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan ekspor pada 2022 mengingat kondisi pasar yang cukup fluktuatif.

“Kami memang tidak ada rencana ekspor karena adanya perubahan-perubahan aturan yang terjadi sepanjang tahun 2022, seperti DMO dan DPO, serta kewajiban minyak goreng curah sawit rakyat,” kata Nopri dalam sesi Instagram Live Austindo Nusantara Jaya bersama Bisnis Indonesia, pada akhir Agustus 2022.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor produk sawit pada Agustus mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan dengan Juli 2022. Volume kenaikan ekspor bulanan mencapai 1,62 juta ton, dari 2,70 juta ton pada Juli 2022 menjadi 4,33 juta ton pada Agustus 2022.

Kenaikan ekspor tertinggi terlihat pada olahan CPO, dari 1,92 juta ton menjadi 2,97 juta ton. Kenaikan ekspor terjadi akibat relaksasi berupa zero levy yang diperpanjang sampai Oktober 2022.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Gapki menyebutkan kebijakan ini akan berlanjut sampai akhir tahun. Relaksasi zero levy dipandang sangat membantu eksportir dalam menjaga daya saing produk minyak sawit Indonesia di pasar global di tengah persaingan yang tinggi dengan minyak nabati lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anjt austindo harga cpo cpo ekspor cpo
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top