Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspor CPO Melesat, Austindo (ANJT) Fokus ke Pasar Domestik

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) masih fokus memenuhi kebutuhan CPO pasar domestik, meskipun ekspor CPO Indonesia melesat sepanjang 2022.
Jajaran Direksi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) dalam acara paparan publik, Rabu (8/6/2022). ANJT masih fokus memenuhi kebutuhan CPO pasar domestik, meskipun ekspor CPO Indonesia melesat sepanjang 2022.
Jajaran Direksi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) dalam acara paparan publik, Rabu (8/6/2022). ANJT masih fokus memenuhi kebutuhan CPO pasar domestik, meskipun ekspor CPO Indonesia melesat sepanjang 2022.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) belum mempertimbangkan untuk memulai ekspor CPO pada 2022, meski data nasional memperlihatkan aktivitas penjualan ke luar negeri komoditas tersebut mulai meningkat.

“Saat ini kami masih terus memonitor perkembangan pasar ekspor termasuk dengan peraturan pemerintah yang terkait. Namun hingga akhir 2022, kami menargetkan untuk menjual seluruh CPO kami di pasar domestik,” kata Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya Lucas Kurniawan, Rabu (12/10/2022).

CFO ANJT Nopri Pitoy sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan sempat melakukan ekspor CPO. ANJT juga memiliki tangki sewaan penyimpan CPO di wilayah Dumai, Riau khusus untuk kebutuhan ekspor.

Namun, perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan ekspor pada 2022 mengingat kondisi pasar yang cukup fluktuatif.

“Kami memang tidak ada rencana ekspor karena adanya perubahan-perubahan aturan yang terjadi sepanjang tahun 2022, seperti DMO dan DPO, serta kewajiban minyak goreng curah sawit rakyat,” kata Nopri dalam sesi Instagram Live Austindo Nusantara Jaya bersama Bisnis Indonesia, pada akhir Agustus 2022.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor produk sawit pada Agustus mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan dengan Juli 2022. Volume kenaikan ekspor bulanan mencapai 1,62 juta ton, dari 2,70 juta ton pada Juli 2022 menjadi 4,33 juta ton pada Agustus 2022.

Kenaikan ekspor tertinggi terlihat pada olahan CPO, dari 1,92 juta ton menjadi 2,97 juta ton. Kenaikan ekspor terjadi akibat relaksasi berupa zero levy yang diperpanjang sampai Oktober 2022.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Gapki menyebutkan kebijakan ini akan berlanjut sampai akhir tahun. Relaksasi zero levy dipandang sangat membantu eksportir dalam menjaga daya saing produk minyak sawit Indonesia di pasar global di tengah persaingan yang tinggi dengan minyak nabati lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper