Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top Losers Saham Sepekan, COAL Ambles 29,91 Persen

Saham Black Diamond Resources (COAL) anjlok 29,91 persen selama sepekan, dari harga Rp468 ke Rp328 per saham.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 Oktober 2022  |  10:02 WIB
Top Losers Saham Sepekan, COAL Ambles 29,91 Persen
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Black Diamond Resources Tbk. (COAL) menjadi saham dengan koreksi terdalam atau top losers pada daftar perdagangan satu pekan, 10-14 Oktober 2022

Berdasarkan data dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (15/10/2022), harga saham emiten pertambangan batu bara ini anjlok 29,91 persen, dari harga Rp468 ke Rp328 per saham.

Menyusul di belakang COAL adalah PT Singaraja Putra Tbk. yang anjlok 29,23 persen. Harga saham emiten berkode saham SINI tersebut ditutup pada level Rp368 per saham setelah mengawali pekan perdagangan di posisi Rp520.

Selanjutnya adalah saham PT Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS) yang terkoreksi 27,73 persen, diikuti PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. (BOSS) dengan pelemahan 27,71 persen, dan saham PT WIR Asia Tbk. (WIRG) yang turun 26,15 persen dalam 5 hari perdagangan melengkapi 5 besar saham-saham boncos pekan ini.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tren positif, meskipun telah terkoreksi selama sepekan terakhir.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, pertumbuhan pasar modal Indonesia masih positif, dengan volatilitas yang relatif terjaga hingga saat ini dibandingkan dengan negara lain.

"Kinerja IHSG merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan bursa Asia dan regional," kata Inarno.

Bahkan, lanjut Inarno, pada 13 September pertumbuhan IHSG telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni di level 7.318,01 meskipun saat ini kembali turun mengikuti pelemahan di bursa global. Sementara itu, market cap IHSG saat ini tercatat mencapai Rp9.142 triliun atau meningkat sebesar 10,75 persen year-to-date

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Black Diamond Resources top losers IHSG bursa efek indonesia
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top