Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Kembali Melorot, Nilai Tukar Kini Rp15.263 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (3/10/2022).
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  09:23 WIB
Rupiah Kembali Melorot, Nilai Tukar Kini Rp15.263 per Dolar AS
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (3/10/2022).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB, nilai tukar rupiah dibuka melemah 36,5 poin atau 0,24 persen sehingga parkir di posisi Rp15.263 per dolar AS. Indeks dolar AS terpantau turun 0,15 persen atau 0,17 poin ke level 111,94.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia terpantau dibuka turun di hadapan dolar AS. Mata uang dolar Taiwan turun 0,23 persen, ringgit Malaysia turun 0,21 persen, peso Filipina turun 0,17 persen, dan yen Jepang turun 0,01 persen.

Beberapa mata uang kawasan Asia yang terpantau menguat terhadap dolar AS pada pembukaan hari ini adalah rupee India yang naik 0,62 persen, dolar Singapura naik 0,17 persen, yuan Cina naik 0,13 persen, dan baht Thailand naik 0,01 persen.

Analis pasar keuangan Ariston Tjendra memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar akan melemah pada perdagangan awal pekan ini.  Hal ini lantaran pergerakan indeks saham Asia terpantau menurun pada pagi ini.

Turunnya indeks saham Asia tersebut mengindikasikan sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif. Hal ini juga kemungkin dapat menahan penguatan rupiah dari perdagangan akhir pekan lalu.

"Sentimen negatif terhadap aset berisiko mungkin karena kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi global yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global," ujar Ariston kepada Bisnis pada Senin (3/10/2022).

Sementara itu dolar AS disebut Ariston masih dalam konsolidasi. Ariston menyebut pasar terlihat sedikit teralihkan dari isu kenaikan suku bunga dari bank sentral AS alias The Fed ke isu perlambatan ekonomi global.

Perekonomian AS sendiri kini mendapat tekanan dari adanya kenaikan inflasi. Hal ini lantas membuat nilai tukar lainnya mengalami penaikan terhadap dolar AS untuk sementara.

Dari sentimen dalam negeri, Ariston menyebut data tingkat inflasi pada bulan September berpotensi melemahkan rupiah. Hal ini bila nilai rupiah lebih tinggi dari sebelumnya dengan masuk ke angka 5 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

"Tingkat inflasi yang terus meninggi bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi karena masyarakat menunda atau menahan konsumsi," jelas Ariston.

Ariston memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan melemah ke arah Rp15.300 sedangkan untuk penguatan ke arah Rp15.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Kebijakan The Fed
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top