Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Terkoreksi, Saham Andalan Yenny Wahid (WIRG) Hampir ARB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (3/10/2022). Saham pegangan Yenny Wahid (WIRG) turun hampir ARB.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  09:19 WIB
IHSG Terkoreksi, Saham Andalan Yenny Wahid (WIRG) Hampir ARB
Karywan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (3/10/2022). Saham pegangan Yenny Wahid (WIRG) turun hingga ARB.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB IHSG dibuka melemah pada posisi 7.006,92 atau turun 0,48 persen. IHSG sempat bergerak di rentang 6.995- 7.040 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 153 saham menguat, 208 saham melemah, dan 185 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau naik menjadi Rp9.236 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terpantau menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan, yakni senilai Rp85,2 miliar.

Saham lain yang terpantau paling aktif diperdagangkan adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp74,8 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) senilai Rp60,4 miliar.

Sementara itu, saham yang turun paling dalam sesaat setelah pembukaan adalah saham PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) yang turun 6,92 persen ke level 6.050, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) 6,43 persen ke 262, dan PT WIR Asia Tbk. (WIRG) 5,53 persen ke 410.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menuturkan, IHSG turun sebesar 1,92 persen selama September lalu. Edwin memperkirakan perdagangan IHSG akan diwarnai tekanan jual.

"Perdagangan di awal bulan Oktober ini, diperkirakan akan diwarnai tekanan jual atau IHSG diperkirakan akan turun," kata Edwin, Senin (3/10/2022).

Dia melanjutkan, hal ini seiring kembali cukup tajamnya kejatuhan Indeks DJIA sebesar 1,71 persen diiringi kejatuhan EIDO sebesar 0,55 persen di tengah turunnya harga beberapa komoditas.

Menurutnya, IHSG juga akan diwarnai sentimen data inflasi Indonesia bulan September 2022, di mana Bank Indonesia (BI) memproyeksikan tingkat inflasi September 2022 sebesar 5,88 persen yoy. Secara bulanan, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 1,10 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG yenny wahid WIRG
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top