Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Obligasi Masih Akan Tertekan pada 2022, Ini Sentimennya

Pasar obligasi mendapat tekanan kenaikan suku bunga The Fed dan BI.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  11:43 WIB
Investasi Obligasi Masih Akan Tertekan pada 2022, Ini Sentimennya
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Potensi pasar surat utang atau obligasi hingga akhir tahun 2022 masih menarik meski di tengah kenaikan suku bunga.

Analis Obligasi Samuel Sekuritas Indonesia, Fikri C. Permana menjelaskan, ada tekanan di hampir semua tenor.

“Dengan risiko suku bunga The Fed yang masih naik saya pikir penurunan tekanannya lebih teknikal saja, atau untuk sementara,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (2/10/2022).

Fikri menambahkan, meski ada risiko resesi, pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga dengan baik tidak akan terlalu mengganggu tenor obligasi.

Menurutnya, rekomendasi surat utang yang menarik dicermati investor antaralain tenor jangka panjang 10—30 tahun.

Selain itu, money market atau pasar uang dengan tenor di bawah satu tahun juga bisa menjadi pilihan.

“Tenor di bawah satu tahun untuk sementara bisa untuk berjaga-jaga, sampai nanti yield-nya sudah mencapai level baru untuk kembali masuk ke tenor yang lebih riskan,” imbuhnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi investor yang ingin berinvestasi di pasar surat utang yaitu kenaikan suku bunga The Fed dan naiknya suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dapat menjadi sentimen positif untuk instrumen surat utang.

“Saya melihatnya untuk beberapa surat utang atau yield dari SUN masih akan terangkat, setidaknya sampai suku bunga The Fed mencapai level tertinggi,” kata Fikri.

Dirinya menyarankan investor untuk membeli tenor jangka pendek dahulu sampai 2023 mendatang. Pasalnya, reli surat utang negara (SUN) kemungkinan akan kembali reli pada pertengahan tahun depan.

Mengutip riset Samuel Sekuritas pada Jumat, (30/9/2022) ada perilaku risk-on yang terlihat di pasar global setelah data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II/2022 dikonfirmasi turun 0,6 persen secara kuartalan, serta terjadi sell-off di global bond market.

Yield SUN tenor 10 tahun diproyeksikan bergerak naik namun terbatas, dan berada pada rentang 7,31 persen—7,51 persen.

Adapun SUN yang menjadi rekomendasi Samuel Sekuritas yaitu seri FR0046, FR0052, FR0063, FR0074, dan FR0091.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi pasar obligasi surat utang negara Obligasi Pemerintah Suku Bunga
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top