Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMN Buka Opsi Terbitkan Utang Selain Dolar AS, Rupiah Kerap Melemah

Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo tengah mengkaji penerbitan obligasi atau utang baru BUMN menggunakan mata uang selain dolar AS.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 September 2022  |  16:17 WIB
BUMN Buka Opsi Terbitkan Utang Selain Dolar AS, Rupiah Kerap Melemah
Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri acara pelepasan tim Jelajah BUMN 2022 di Jakarta, Rabu (14/9/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkapkan penguatan dolar AS terhadap rupiah terjadi pula terhadap mata uang lain. Sementara, rupiah menguat terhadap mata uang lain, sehingga muncul kemungkinan mengganti utang BUMN dengan mata uang alternatif.

Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo menjelaskan sebenarnya rupiah melemah termasuk yang terbaik dibandingkan dengan mata uang lain terhadap dolar AS.

Pelemahan secara tahun berjalan antara 5--6 persen, tetapi rupiah menguat terhadap mata uang negara lain seperti yen Jepang, Euro Eropa, dan Poundsterling Inggris Raya.

"Ini jadi pemikiran bagi kami apakah memang  mulai mencari sumber pendanaan dari mata uang lain, karena yen dan Euro dan Poundsterling melemah terhadap rupiah. Dollar AS ini safe haven sehingga akan terus meningkat, di aset dan liabilitas bank sedang review kurangi eksposure USD/IDR conversion ini," ungkapnya dalam konferensi pers, dikutip Kamis (29/9/2022).

Dia melanjutkan terdapat tiga mata uang yang dapat menjadi penerbitan global instrumen baik berupa obligasi maupun medium term notes (MTN).

Menurutnya, selain dolar AS, ada opsi mata uang jepang yakni Yen dengan Samurai Bond, atau Euro dan Yuan China.

"Indonesia juga sempat buka juga Dimsum Bond, kami sedang kaji, memang yang jadi tantangan, mengenai matching revenue ya. Kalau revenue rupiah, harus melihat total biaya dengan swap-nya," katanya.

BUMN baik perbankan maupun BUMN lain perlu menghitung total biaya setelah ditukarkan dari rupiah ke Euro atau ke Yuan. Jika pasar pertukaran mata uangnya baik dan murah, perbankan BUMN bakal mengeluarkan global bond tersebut.

"Kalau rupiah menguat seperti sekarang, dengan ekspor surplus berkelanjutan, kita berharap rupiah terhadap mata uang tertentu terus menguat, kalau dolar safe haven dan Fed lagi naik belum tentu searah dengan kinerja rupiah terhadap mata uang lain," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN dolar as utang
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top