Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham PGAS dan MDKA Drop, Indeks Bisnis 27 Dibuka Melemah

Indeks Bisnis-27 dibuka di zona merah dengan melemah 0,35 persen ke level 490,35 pada perdagangan  Jumat (30/9/2022).
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Bisnis-27 dibuka di zona merah dengan melemah 0,35 persen ke level 490,35 pada perdagangan  Jumat (30/9/2022).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 2,1 poin. Indeks bergerak di kisaran 589,56 hingga 590,35 sepanjang perdagangan.

Dari 27 konstituen, terdapat 5 saham yang dibuka naik ke zona hijau, satu saham stagnan, dan 21 saham lainnya parkir di zona merah.

Emiten gas pelat merah PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) memimpin pelemahan indeks dengan turun 1,46 persen atau 25 poin ke level 1.685. Selanjutnya, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) turun 1,29 persen ke level 3.830.

Emiten lainnya yang melemah di antaranya UNTR, ADRO, PWON, PTBA, dan BBNI yang melemah masing-masing 1,28 persen, 1,27 persen, 1,26 persen, 1,21 persen dan 1,11 persen.

Sementara itu, saham-saham yang menguat dipimpin oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang naik 2,07 persen atau 125 poin ke level 6.150. Disusul PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) yang naik 1,40 persen ke level 1.090.

Konstituen lainnya yang menguat di antaranya INCO, BMRI, dan HEAL, yang masing-masing naik 1,20 persen, 1,08 persen, dan 0,63 persen.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Jumat (30/9/2022) ke level 6.996. IHSG melemah dengan turun 0,57 persen sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 101 saham menguat, 376 saham melemah, dan 135 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.176,99 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper