Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir Pamer Utang BUMN Sehat Meski Tembus Rp1.500 Triliun

Erick Thohir menyebut total utang BUMN Rp1.500 triliun masih terbilang sehat bila dibandingkan dengan nilai investasinya yang mencapai Rp4.200 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 September 2022  |  14:14 WIB
Erick Thohir Pamer Utang BUMN Sehat Meski Tembus Rp1.500 Triliun
Erick Thohir menyebut total utang BUMN Rp1.500 triliun masih terbilang sehat bila dibandingkan dengan nilai investasinya yang mencapai Rp4.200 triliun. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan jumlah utang BUMN cukup sehat meski menembus Rp1.500 triliun jika dibandingkan dengan investasinya. Utang BUMN hanya berkisar 35 persen jumlah utang terhadap ekuitas.

Menurutnya, berdasarkan EBITDA margin BUMN meningkat 20,4 persen, yang artinya BUMN semakin sehat, dan terlihat jelas arah sehatnya.

"Kalau ada persepsi BUMN banyak utang, kami sudah presentasikan bahwa total utang bumn yang memang dibandingkan dengan investasi, itu total utang Rp1.500 triliun. Sementara itu, investasi Rp4.200 triliun, artinya perbandingannya kira-kira 35 persen utang ke ekuitas, artinya sehat," ungkapnya dalam konferensi pers yang dikutip Kamis (29/9/2022).

Erick juga menegaskan jumlah BUMN terus dikonsolidasikan seiring dengan restrukturisasi organisasi BUMN. Dia ingin memastikan bukan soal banyaknya BUMN, tetapi dampak yang diutamakan bagi industri dan valuasinya kepada masyarakat.

"Kami harapkan BUMN bisa berikan kontribusi baik ke negara, kontribusi BUMN tiga tahun terakhir Rp1.198 triliun atau naik Rp68 triliun dibandingkan dengan periode sebelumnya," katanya.

Erick Thohir mengungkapkan pendapatan konsolidasi BUMN selama setahun penuh. Pada 2021, pendapatan konsolidasi BUMN tumbuh 18,8 persen menjadi Rp2.290,5 triliun.

Menurutnya, pertumbuhan dan nilai pendapatan BUMN sangat signifikan, kalau dibandingkan dengan APBN negara Indonesia yang kurang lebih angkanya Rp2.500 triliun, secara nilai sudah mendekati APBN.

"Kita lihat juga Ebitda margin meningkat 20,4 persen artinya makin sehat, dan jelas sehat. Kalau ada persepsi BUMN banyak utang, kami sudah presentasikan bahwa total utang BUMN yang memang dibandingkan dengan investasi, itu total utang Rp1.500 triliun. Sementara investasi Rp4.200 triliun, artinya perbandingannya kira kira 35 persen utang ke ekuitas, artinya sehat," jelasnya, dikutip Kamis (29/9/2022).

Namun, realisasi pendapatan yang mendekati APBN tersebut tidak serta merta meningkatkan kontribusi BUMN terhadap negara. Berdasarkan catatan laporan kinerja BUMN 2021, realisasi dividen BUMN ke negara sebelum diaudit hanya Rp29,5 triliun.

Sementara itu, realisasi kontribusi BUMN terhadap negara mencapai Rp360,8 triliun dengan rincian pajak sebanyak Rp244,5 triliun, dan PNBP lainnya sebanyak Rp86,8 triliun.

Sayangnya, ketika pendapatan BUMN tumbuh signifikan, realisasi kontribusi tersebut lebih rendah 4,29 persen dibandingkan dengan realisasi kontribusi BUMN kepada negara sebesar Rp377 triliun pada 2020.

Erick juga menerangkan di antara BUMN juga terdapat BUMN yang tidak sehat, sehingga membuat portofolio BUMN harus melakukan perbaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN utang erick thohir investasi
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top