Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sayap Garuda (GIAA) Mulai Terkembang, Mampu Cetak Laba Bersih Usai PKPU

Menteri Erick Thohir menambal kebocoran BUMN , salah satunya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, (GIAA) yang secara buku berbberbalik laba pasca PKPU homologasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 September 2022  |  09:35 WIB
Sayap Garuda (GIAA) Mulai Terkembang, Mampu Cetak Laba Bersih Usai PKPU
Garuda Indonesia - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo menjelaskan terus melakukan perbaikan kinerja BUMN salah satunya dengan berhasil membalikan catatan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjadi untung secara buku.

"Hari ini kami terima berita tahun ini Garuda cetak laba Rp57 triliun itu sebenarnya laba buku ya, karena ada pembalikan dari liabilitas setelah PKPU kemarin. Tapi artinya tahun ini Insya Allah di 2022 ini yang ember-ember bocor seperti Jiwasraya, Garuda moga-moga sudah selesai," jelasnya, dikutip Kamis (29/9/2022).

Menurutnya, ember bocor BUMN atau BUMN yang dalam keadaan tidak baik masih ada beberapa sektor yang berjuang dan mulai menunjukan pemulihan, seperti bandara, pariwisata, secara umum semua sektor tersebut mulai membaik.

Namun, dia menegaskan tantangan jangka menengah yakni BUMN sektor karya atau kosntruksi.

"Pasca Covid-19 ini ada dua isu, sisi laverage utang tinggi, kedua karena jumlah kontrak-kontrak menurun. Ini menjadi tantangan terus kami lakukan perbaikan, di Waskita, di Hutama Karya semoga bisa terus diperbaiki ke depan," katanya.

Tiko, sapaan akrabnya, menjelaskan di portofolio BUMN yang dipegangnya, BUMN perbankan menjadi katalis pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2021 kemarin.

Menurutnya, seluruh bank himbara, BMRI, BBRI, BBNI, BBTN, mencatatkan kenaikan laba signifkan, diikuti Telkom Indonesia (TLKM) yang menjadi portofolio besar, yang mengalami peningkatan besar khususnya pasca Covid-19.

"Beberapa tantangan di sektor utama pertama terkait Covid-19 di aviasi dan pariwisata, di sini Angkasa Pura tantangan tahun lalu karena turunnya permintaan signifikan membuat Angkasa Pura I dan II mencatatkan laba negatif, dan Garuda Indonesia sebagaimana diketahui mencatatkan laba negatif signifikan tahun lalu," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia giaa BUMN telkom
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top