Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sayap Garuda (GIAA) Mulai Terkembang, Mampu Cetak Laba Bersih Usai PKPU

Menteri Erick Thohir menambal kebocoran BUMN , salah satunya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, (GIAA) yang secara buku berbberbalik laba pasca PKPU homologasi.
Garuda Indonesia/istimewa
Garuda Indonesia/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo menjelaskan terus melakukan perbaikan kinerja BUMN salah satunya dengan berhasil membalikan catatan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjadi untung secara buku.

"Hari ini kami terima berita tahun ini Garuda cetak laba Rp57 triliun itu sebenarnya laba buku ya, karena ada pembalikan dari liabilitas setelah PKPU kemarin. Tapi artinya tahun ini Insya Allah di 2022 ini yang ember-ember bocor seperti Jiwasraya, Garuda moga-moga sudah selesai," jelasnya, dikutip Kamis (29/9/2022).

Menurutnya, ember bocor BUMN atau BUMN yang dalam keadaan tidak baik masih ada beberapa sektor yang berjuang dan mulai menunjukan pemulihan, seperti bandara, pariwisata, secara umum semua sektor tersebut mulai membaik.

Namun, dia menegaskan tantangan jangka menengah yakni BUMN sektor karya atau kosntruksi.

"Pasca Covid-19 ini ada dua isu, sisi laverage utang tinggi, kedua karena jumlah kontrak-kontrak menurun. Ini menjadi tantangan terus kami lakukan perbaikan, di Waskita, di Hutama Karya semoga bisa terus diperbaiki ke depan," katanya.

Tiko, sapaan akrabnya, menjelaskan di portofolio BUMN yang dipegangnya, BUMN perbankan menjadi katalis pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2021 kemarin.

Menurutnya, seluruh bank himbara, BMRI, BBRI, BBNI, BBTN, mencatatkan kenaikan laba signifkan, diikuti Telkom Indonesia (TLKM) yang menjadi portofolio besar, yang mengalami peningkatan besar khususnya pasca Covid-19.

"Beberapa tantangan di sektor utama pertama terkait Covid-19 di aviasi dan pariwisata, di sini Angkasa Pura tantangan tahun lalu karena turunnya permintaan signifikan membuat Angkasa Pura I dan II mencatatkan laba negatif, dan Garuda Indonesia sebagaimana diketahui mencatatkan laba negatif signifikan tahun lalu," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper