Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Kerek Suku Bunga, Rupiah Ditutup Lesu Tembus Rp15.000

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,17 persen atau melemah 26 poin ke posisi Rp15.023 per dolar AS setelah BI mengerek suku bunga BI7DDR.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 September 2022  |  15:24 WIB
BI Kerek Suku Bunga, Rupiah Ditutup Lesu Tembus Rp15.000
Pecahan uang kertas baru Tahun Emisi 2022 - Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada penutupan perdagangan Kamis (22/9/2022), seiring dengan keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,17 persen atau melemah 26 poin ke posisi Rp15.023 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,83 persen ke 111,56.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam laporannya memaparkan pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh keputusan BI yang menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen, dengan suku bunga deposit facility naik menjadi 3,5 persen dan suku bunga lending facility menjadi 5 persen.

Sementara itu, peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi meningkatkan ruang fiskal. Dengan adanya peningkatan inflasi jika terkompensasi dengan peningkatan upah akan berpotensi meningkatkan pajak pemerintah.

Namun di sisi lain, peningkatan inflasi yang terjadi tidak dibarengi dengan peningkatan upah, maka secara riil pendapatan mereka akan turun dan membuat daya beli menurun.

Peningkatan inflasi yang tidak diiringi dengan kebaikan upah juga akan membuat kelompok masyarakat di kelas menengah akan tertekan terutama akibat adanya peningkatan harga BBM dan potensi kebijakan peningkatan suku bunga acuan bank Indonesia .

"Kenaikan harga BBM akan mendorong peningkatan inflasi, dan peningkatan inflasi ini akan meningkatkan penerimaan pajak pemerintah. Peningkatan inflasi juga akan meningkatkan belanja pemerintah di antaranya belanja subsidi atau belanja bantuan sosial," jelasnya.

Inflasi akan menjadi batu sandungan terhadap target pembangunan jika tidak dikompensasi dengan peningkatan upah yang sebanding dengan peningkatan inflasi karena pendapatan akan turun, namun di satu sisi masyarakat kelas menengah tidak mendapat bantuan sosial.

Sementara itu, dari luar negeri, dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam 20 tahun terhadap sekeranjang mata uang pada hari Kamis, memperpanjang kenaikan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan mencapai nada yang lebih hawkish dari yang diharapkan dalam pertemuan terbarunya.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada hari Rabu, sesuai dengan harapan pasar. Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa bank akan mempertahankan kenaikan suku bunga pada klip yang tajam, bahkan mempertaruhkan tekanan pada pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja, karena berjuang untuk mengendalikan inflasi yang tak terkendali.

Komentar hawkish memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan mengakhiri tahun ini jauh di atas 4 persen, level tertinggi mereka dalam lebih dari 14 tahun.

Adapun, untuk perdagangan besok, Ibrahim mengatakan nilai tukar rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah pada kisaran Rp15.000 - Rp15.060

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah dolar as Bank Indonesia the fed Suku Bunga
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top