Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pilah-Pilih Saham yang Undervalue saat Lagi Aksi Buyback

Sejumlah emiten di pasar modal tercatat tengah menggelar pembelian kembali saham atau buyback. Beberapa emiten yang menggelar buyback.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten di pasar modal tercatat tengah menggelar pembelian kembali saham atau buyback. Beberapa emiten yang menggelar buyback tersebut diperkirakan masih memiliki valuasi undervalue.

Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan, banyaknya aksi buyback saham menandakan jika emiten menilai fundamental perusahaan masih baik untuk ke depannya.

"Kami perkirakan aksi buyback masih akan berlanjut untuk ke depannya," kata Andhika, Senin (19/9/2022).

Dia melanjutkan, dari emiten-emiten yang akan tengah melakukan buyback, beberapa di antaranya memiliki valuasi yang menarik. Emiten tersebut adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Menurutnya, ADRO dan UNTR secara valuasi masih murah. Selain itu, kinerja kedua emiten tersebut juga didukung oleh harga batu bara yang juga masih tinggi, sehingga sampai akhir tahun masih akan menarik.

Andhika menyarankan para pelaku pasar untuk mencermati fundamental perusahaan yang ingin melakukan buyback dan mencermati pergerakan teknikal.

Emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) misalnya, melakukan perpanjangan masa pembelian saham untuk kelima kalinya hingga Desember 2022. Pekan lalu, ADRO mengumumkan perpanjangan waktu pembelian saham kembali (buyback) senilai Rp4 triliun hingga 16 Desember 2022.

Sementara itu, UNTR berencana membeli kembali saham dengan anggaran hingga Rp5 triliun. Buyback ini dilakukan dalam periode tiga bulan, yakni terhitung sejak 13 Juli 2022, sampai 12 Oktober 2022.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menuturkan, hingga 16 September 2022, terdapat 12 perusahaan tercatat yang tengah berada dalam periode buyback.

"Sebanyak 9 di antaranya telah melaksanakan buyback dengan total pelaksanaan buyback sebesar Rp1,7 triliun, atau 22,4 persen dari nilai rencana buyback," ucap Nyoman.

Adapun untuk realisasi pelaksanaan buyback sepanjang tahun 2022 adalah sebesar Rp7,6 triliun. Menurut Nyoman, angka tersebut setara dengan 24,86 persen dari total nilai rencana buyback.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper