Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Menguat Tipis, Sektor Energi S&P500 Paling Perkasa

Saham-saham Wall Street menguat tipis pada Kamis pagi WIB dengan saham energi menjadi yang paling perkasa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 September 2022  |  06:20 WIB
Wall Street Menguat Tipis, Sektor Energi S&P500 Paling Perkasa
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham Wall Street menguat tipis pada Kamis pagi WIB dengan saham energi menjadi yang paling perkasa.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 30,12 poin atau 0,10 persen, menjadi menetap di 31.135,09 poin setelah turun lebih dari 200 poin di posisi terendah sesi. Indeks S&P 500 menguat 13,32 poin atau 0,34 persen, menjadi berakhir di 3.946,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 86,10 poin atau 0,74 persen, menjadi ditutup di 11.719,68 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, saham energi adalah yang memperoleh persentase kenaikan tertinggi, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah karena kekhawatiran pasokan makin ketat.

Ketiga indeks utama goyah sepanjang hari, tetapi akhirnya berakhir di wilayah positif. Mereka semua gagal mendapatkan kembali landasan yang berarti yang hilang dalam pembantaian Selasa (13/9/2022), yang menyebabkan penurunan persentase terbesar mereka dalam lebih dari dua tahun.

"Hari ini adalah hari yang menyenangkan, setelah mengalami pukulan berat kemarin," kata Kepala Strategi Pasar Carson Group, Ryan Detrick, di Omaha, Nebraska dikutip dari Antara, (15/9/2022)

Data Indeks Harga Produsen (IHP) Departemen Tenaga Kerja mendarat dekat dengan perkiraan konsensus dan memberikan beberapa bantuan setelah angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengguncang pasar pada Selasa (13/9/2022), lebih panas dari yang diperkirakan.

"Perdebatan inflasi berlanjut dan kemarin adalah pengingat yang keras bahwa ini adalah pertempuran yang sulit dan The Fed harus tetap agresif untuk membatasi harga inflasi yang meluas yang kita lihat," tambah Detrick.

Laporan IHP menawarkan jaminan bahwa inflasi memang pada lintasan yang lambat dan menurun.

Tetapi masih ada jalan panjang sebelum mendekati target inflasi tahunan Federal Reserve rata-rata 2,0 persen, dan sementara pasar keuangan telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan FOMC minggu depan, mereka melihat kemungkinan 28 persen untuk kenaikan 100 basis poin berukuran super, menurut alat FedWatch CME.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street indeks standard & poor's 500 fomc
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top