Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kasus Covid-19 Turun, Mitra Keluarga (MIKA) Tetap Targetkan Pendapatan Naik 2022

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2022 kendati kasus Covid-19 menurun.
Chief Financial Officer PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) Joyce V. Handajani dalam Public Expose Live 2021./Istimewa
Chief Financial Officer PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) Joyce V. Handajani dalam Public Expose Live 2021./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menargetkan pendapatan sampai akhir 2022 bisa tumbuh maksimal 5 persen, meski kinerja sepanjang semester I/2022 memperlihatkan penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.

MIKA membukukan pendapatan sebesar Rp2,07 triliun atau turun 13,28 persen secara tahunan dibandingkan dengan semester I/2021 sebesar Rp2,38 triliun. Turunnya pendapatan terjadi seiring dengan koreksi pada pendapatan segmen rawat inap sebesar 13,92 persen menjadi Rp1,36 triliun dan segmen rawat jalan turun 11,51 persen menjadi Rp707,69 miliar.

Kinerja pendapatan tersebut membuat laba bersih MIKA ikut turun menjadi Rp529,76 miliar, 13,98 persen lebih rendah daripada semester I/2021 sebesar Rp615,87 miliar.

Direktur Mitra Keluarga Karyasehat Joyce V. Handajani mengatakan turunnya pendapatan dan laba pada semester I/2022 tidak lepas dari dampak Covid-19 pada kinerja 2021. Tahun lalu, layanan pasien Covid-19 MIKA meningkat akibat penyebaran varian Delta.

Layanan pasien Covid-19 cenderung melandai pada 2022 dan hal ini turut memengaruhi kinerja perseroan. Meski demikian, MIKA mencatat performa 2022 telah lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi pada 2019.

Berkaca dari hal tersebut, Joyce mengatakan MIKA telah menetapkan acuan pertumbuhan pendapatan di kisaran 0 persen alias stagnan dibandingkan dengan 2021 sampai tumbuh maksimal 5 persen sepanjang 2022.

“Kami mempunyai guidance terkait pertumbuhan. Karena 2022 berbeda dengan 2021, kami mengasumsikan tidak terdapat pasien Covid-19 di mana tingkat perawatan pasien memang sudah turun. Jadi guidance pendapatan kami 0 sampai 5 persen,” kata Joyce dalam paparan publik, Senin (12/9/2022).

Joyce mengharapkan volume pasien pada semester II/2022 bisa meningkat, seiring dengan bertambahnya layanan dan rumah sakit yang dioperasikan perusahaan. Sampai Juli 2022, MIKA telah membuka satu rumah sakit baru di Deltamas dan dua rumah sakit baru lainnya ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2022. Dengan demikian, total rumah sakit yang beroperasi sampai akhir tahun mencapai 29 unit.

“Terkait profitabilitas, kami menargetkan margin EBITDA di kisaran 36 persen sampai 38 persen. Jadi strategi kami memang dengan menambah rumah sakit baru dan layanan-layanan kesehatan di rumah sakit yang sudah ada, misalnya lewat layanan terapi radio untuk kanker dan klinik fertilisasi,” katanya.

Kinerja MIKA pada semester I/2022 juga tercatat lebih baik dibandingkan dengan semester I/2019 atau sebelum pandemi. Rata-rata pendapatan harian rawat inap pada paruh pertama 2022 berada di angka Rp3,90 juta atau naik 29 persen dibandingkan dengan Rp3,03 juta pada semester I/2019.

Rata-rata pendapatan harian rawat jalan juga naik 21,7 persen menjadi Rp559.000 pada semester I/2022 dari Rp459.000 pada semester I/2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper