Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Turun, Distributor Herborist (VICI) Buka Peluang Akuisisi Merek Baru

Victoria Care Indonesia (VICI) membuka peluang untuk kembali mengakuisisi merek barang dalam rangka mendorong penjualan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 08 September 2022  |  17:05 WIB
Pendapatan Turun, Distributor Herborist (VICI) Buka Peluang Akuisisi Merek Baru
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berkunjung ke Oemah Herborist milik PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI), yang terletak di Secret Garden Village (SGV) Bali, pada Jumat (12/2/2021). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produk perawatan tubuh PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) akan mengandalkan produk baru untuk mendongkrak penjualan di sisa 2022. Distributor produk perawatan Herborist tersebut optimistis sejumlah segmen memiliki peluang.

Penjualan Victoria Care tercatat turun 14,35 persen secara tahunan sepanjang semester I/2022 menjadi Rp446,31 miliar dari sebelumnya Rp521,13 miliar. Laba tahun berjalan VICI juga ikut turun menjadi Rp27,37 miliar atau 59,47 persen lebih rendah daripada Rp67,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama VICI Billy Hartono Salim mengatakan turunnya penjualan sepanjang semester I/2022 disebabkan oleh bergesernya tren belanja konsumen, seiring dengan transisi dari pandemi ke endemi. Hal ini terlihat dari berkurangnya penjualan produk antiseptik.

“Penurunan penjualan secara tahunan disebabkan karena penjualan antiseptik imbas dari perubahan market behaviour seiring dengan transisi dari pandemi menjadi endemi. Karena perubahan tersebut, kami melihat adanya peluang lain di luar produk-produk antiseptik,” kata Billy dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (8/9/2022).

Billy mengatakan Victoria Care akan kembali menjalankan strategi pemasaran yang lebih gencar untuk mendongkrak penjualan di sisa tahun. Di sisi lain, penjualan produk non-antiseptik pada Juli 2022 tumbuh lebih dari 60 persen dibandingkan dengan Juli 2021.

“Kami akan lebih agresif meluncurkan inovasi dan produk baru sebagai salah satu kekuatan utama dengan masih fokus di segmen dekoratif, body care, dan skin care. Hal ini terbukti dari semester pertama ini, VICI berhasil membaca tren pasar dengan baik dan mampu menghadirkan produk yang tepat,” katanya.

Billy juga mengatakan VICI membuka peluang untuk kembali mengakuisisi merek barang dalam rangka mendorong penjualan. VICI tercatat telah mengakuisisi merek dagang Secretclean dari PT Natura Pesona Mandiri dengan nilai transaksi Rp100 miliar pada 27 April 2022. Langkah ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan laba.

“Kemungkinan itu ada, tetapi kami masih harus terus memantau perkembangan industri kecantikan hingga keberadaan brand tersebut di pasar,” katanya.

Untuk 2022, VICI mengalokasikan belanja modal sebesar Rp120 miliar yang akan digunakan akan digunakan untuk penambahan gudang, armada kendaraan, dan mesin. Meski demikian, realisasi serapan belanja modal sepanjang semester I/2022 baru mencapai 4 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Victoria Care Indonesia kosmetik akuisisi Kinerja Emiten VICI
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top