Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resmi Masuk Bursa, Black Diamond (COAL) Genjot Produksi Batu Bara 900.000 Ton

Produksi batu bara emiten milik Sujaka Lays, PT Black Diamond Resources Tbk. (COAL) ditarget naik tiga kali lipat pada 2022.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 September 2022  |  11:29 WIB
Resmi Masuk Bursa, Black Diamond (COAL) Genjot Produksi Batu Bara 900.000 Ton
Produksi batu bara emiten milik Sujaka Lays, PT Black Diamond Tbk. (COAL) ditarget naik tiga kali lipat pada 2022.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia, PT Black Diamond Resources Tbk. (COAL) berkomitmen menggenjot target produksi tahun ini hingga 900.000 ton.

Direktur utama COAL Donny Janson Manua mengatakan target produksi COAL tahun ini rencananya antara 800-900 ribu ton dan harapannya bisa terjual semua.

"Target produksi ini lebih tinggi sekitar 3 kali lipat dari tahun lalu dari produksi tahun lalu 260.000 ton," jelas Donny saat ditemui, Rabu (7/9/2022).

Pendukung pertumbuhan tiga kali lipat tahun ini antara lain karena tahun lalu COAL baru mulai produksi. Tahun ini Black Diamond sudah mulai bermitra dengan penyedia unit-unit, alat, untuk bisa mendukung pertumbuhan produksi.

Dari total target produksi, COAL bakal menyalurkan penjualannya sesuai arahan pemerintah, tetap ada untuk ekspor dan domestik.

"Porsinya tetap akan kita pertahankan 75 persen ekspor 25 persen domestik. Ekspornya ke Vietnam, China, dan Bangladesh. Paling besar ke China sekitar 40 persen-50 persen," papar Donny.

Adapun, sampai semester I/2022, produk batu bara Black Diamond sudah terjual sampai dengan 200.000 ton.

"Dengan target 800.000-900.000 kalau tambang kan dipengaruhi cuaca, semester pertama banyak hujan semester kedua diharapkan lebih kering jadi kita bisa kejar produksi," ujarnya.

COAL sendiri pada hari ini baru resmi melantai di bursa. Harga sahamnya naik 35 persen atau 35 poin ke Rp135 setelah dibuka di posisi Rp100.

Black Diamond melepas saham ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1,25 miliar saham atas nama atau 20 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum.

Harga saham perdana yang ditawarkan adalah sebesar Rp100 per saham sehingga COAL memperoleh dana hasil Penawaran Umum sebesar Rp125 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

coal Kinerja Emiten Black Diamond Resources batu bara
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top