Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Pertalite dan Pertamax Naik, Argo Taksi Blue Bird Ikut Berubah

Merespon kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menyiapkan skenario tarif taksi baru.
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Merespon kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menyiapkan skenario tarif taksi baru dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono memahami dan mendukung seluruh langkah dan kebijakan pemerintah yang dilakukan mempertahankan stabilitas ekonomi demi pemulihan perekonomian Indonesia.

"Terkait kenaikan harga Pertalite yang telah terjadi, Blue Bird saat ini tengah merampungkan skenario perhitungan tarif taksi yang baru dan kami akan mengumumkan kebijakan tarif baru dalam beberapa waktu ke depan," ungkapnya, Minggu (4/9/2022).

Emiten bersandi BIRD ini memastikan kebijakan yang diambil oleh perseroan akan memperhatikan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan daya beli konsumen.

Sebagai perusahaan yang menempatkan human connection sebagai DNA dari layanan dan kebijakan operasionalnya. Selain memperhatikan daya beli konsumen, Blue Bird juga menempatkan kesejahteraan pengemudi yang merupakan salah satu pemangku kepentingan sebagai dasar pertimbangan terpenting terhadap strategi operasional dan kebijakan BIRD.

Sementara berdasarkan pengalaman tren kenaikan harga BBM selama belasan tahun terakhir, hal tersebut sedikit banyak akan berpotensi pada perubahan pola permintaan pelanggan.

Namun, biasanya pengelola taksi itu menghadapi koreksi permintaan terjadi dalam beberapa minggu setelahnya sebagai masa penyesuaian.

“Melewati berbagai tantangan sepanjang perjalanan Blue Bird melayani masyarakat Indonesia selama lebih dari 50 tahun, kami optimis pertumbuhan sektor transportasi darat tetap positif hingga akhir tahun, di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu bahkan kenaikan BBM di dalam negeri," katanya.

Hal ini sejalan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah sehingga kondisi pasar segera membaik, stabilitas ekonomi tetap terjaga dan Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan nasional yang dicanangkan.

Selain itu, BIRD meningkatkan efisiensi biaya dan operasional yang berdampak pada layanan konsumen maupun kinerja perusahaan melalui pemenuhan komitmen untuk mewujudkan Visi Berkelanjutan Bluebird 50:30, yaitu mengurangi emisi karbon dan gas buang operasional Perseroan sebesar 50 persen pada 2030.

Bluebird telah melakukan beberapa langkah strategis antara lain mengkonversi 23 persen dari total armada Blue Bird yang beroperasional ke bahan bakar CNG (Compressed Natural Gas), pengadaan taksi listrik, efisiensi mesin melalui perawatan berkala dan inovasi bengkel.

"Blue Bird berkomitmen menyediakan layanan mobilitas terbaik yang aman, nyaman dan dapat diandalkan bagi seluruh masyarakat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper